Bangil Hiburan Incip-Incip Internasional Kepribadian Madinah Van Java Mlaku-Mlaku Nasional Olahraga Pandaan

Hujan Deras Picu Lahar Dingin Semeru Mengamuk di Pronojiwo

Moch Vikry Romadhoni • Sabtu, 22 November 2025 | 01:35 WIB

 

Hujan deras memicu banjir lahar di sekitar Gunung Semeru. Salah satunya di dekat Jembatan Gladak Perak, Jumat (21/11).
Hujan deras memicu banjir lahar di sekitar Gunung Semeru. Salah satunya di dekat Jembatan Gladak Perak, Jumat (21/11).

Radar Pasuruan - Hujan lebat yang mengguyur Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, pada Jumat (21/11) sekitar pukul 13.45 WIB menyebabkan aliran banjir lahar kembali terjadi deras di kawasan Jembatan Gladak Perak.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Jawa Timur, Satriyo Nurseno, membenarkan kejadian banjir lahar dingin tersebut, dengan catatan alat pemantauan menunjukkan akselerasi maksimum (Amak) mencapai 43 mm.

"Benar saat ini (banjir lahar dingin) masih berlangsung, dengan akselerasi maksimum terakhir 43 mm," tutur Satrio ketika dikonfirmasi awak media, Jumat (21/11).

Ia menegaskan bahwa sebelum munculnya banjir lahar dingin ini, tidak ada aktivitas erupsi lanjutan dari Gunung Semeru. Tingginya curah hujan membuat volume aliran lahar dingin di wilayah lereng Semeru kembali meningkat.

Di sisi lain, Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Wahyu Wijayanto, menyampaikan bahwa hasil pengamatan dari pukul 06.00 hingga 12.00 mencatat satu kali letusan dengan asap putih kelabu setinggi 200 meter ke arah tenggara.

"Warga diimbau tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 20 km dari puncak (pusat erupsi)," imbau Wahyu.

Selain itu, masyarakat juga diminta menghindari aktivitas dalam radius 500 meter dari tepi sungai atau sempadan sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena potensi terpapar awan panas maupun aliran lahar.

Kronologi Singkat Erupsi Gunung Semeru

Gunung Semeru tercatat mengalami erupsi pada Rabu (19/11) pukul 14.13 WIB. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat ketinggian kolom abu mencapai 2.000 meter di atas puncak atau 5.676 MDPL.

Awan panas tebal berwarna kelabu bergerak ke arah utara dan barat laut. Erupsi itu terekam pada seismogram dengan amplitudo maksimum 40 mm serta durasi sekitar 16 menit 40 detik.

BPBD Kabupaten Lumajang melaporkan dua kecamatan terdampak, yaitu Pronojiwo dan Candipuro. Hingga Jumat pagi (21/11), jumlah warga yang mengungsi mencapai 499 orang, disertai 21 rumah rusak berat dan 124 ternak yang mati.

Para pengungsi tersebar di sejumlah lokasi, di antaranya SD 04 Supiturang, Balai Desa Oro-oro Ombo, Masjid Ar-Rahman, SD Sumberurip 02, Rumah Kepala Desa Sumbernujur, dan Kantor Kecamatan Candipuro.

Editor : Moch Vikry Romadhoni
#hujan deras #Pronojiwo #gunung semeru #lahar