Bangil Hiburan Incip-Incip Internasional Kepribadian Madinah Van Java Mlaku-Mlaku Nasional Olahraga Pandaan

Rafflesia Hasseltii Muncul Lagi Setelah 13 Tahun, Peneliti Sampai Menangis

Moch Vikry Romadhoni • Sabtu, 22 November 2025 | 01:08 WIB

 

Bunga super langka Rafflesia Hasseltii.
Bunga super langka Rafflesia Hasseltii.

Radar Pasuruan - Kemunculan bunga raksasa Rafflesia hasseltii di pedalaman Sumatera Barat langsung menarik perhatian publik dan komunitas ilmiah dunia. Spesies super langka yang sulit diprediksi ini akhirnya kembali mekar pada November 2025, setelah 13 tahun pencarian tanpa henti oleh para peneliti.

Berikut sejumlah fakta terkait penemuan Rafflesia hasseltii:

Penemuannya terjadi jauh di dalam hutan terpencil, dan membuat para peneliti emosional hingga menitikkan air mata. Momen itu sangat mengesankan bagi Septian Andriki (Deki), pegiat konservasi yang lebih dari satu dekade menyusuri hutan demi mencari bunga ini. Ketika melihat kelopak Rafflesia hasseltii terkuak sempurna, ia tidak mampu menahan tangis.

Ekspedisi tersebut juga melibatkan tokoh botani dunia Dr. Chris Thorogood dari University of Oxford, peneliti BRIN Joko Witono, serta pegiat lokal Iswandi.

Lokasi ditemukannya bunga ini berada di hutan hujan Sumatera Barat dengan kondisi ekologis yang masih sangat terjaga dan dilindungi.

Sebelumnya, kemunculan Rafflesia hasseltii dilaporkan di Muratara (Sumatera Selatan) dan Taman Nasional Kerinci Seblat (Riau), namun temuan terbaru inilah yang dianggap paling tervalidasi secara ilmiah.

Bunga raksasa ini memiliki diameter 30–50 cm, dengan kelopak perigonnya mencapai 15–17 cm. Sayangnya, masa mekar bunga ini sangat singkat, hanya sekitar tujuh hari sebelum akhirnya layu dan membusuk.

Inilah sebab mengapa keberadaannya sangat jarang terekam atau terdokumentasi.

Untuk mencapai lokasi penemuan, tim harus berjalan kaki berjam-jam masuk ke dalam hutan lebat, menempuh jalur terjal baik siang maupun malam. Tantangan lain adalah siklus hidup Rafflesia sebagai tumbuhan parasit murni, sehingga kemunculan kuncupnya benar-benar tidak bisa diprediksi.

Penemuan ini menjadi pengingat penting bahwa kekayaan biodiversitas Sumatera masih menyimpan banyak misteri sekaligus sangat rentan. Para peneliti berharap momen ini menjadi dorongan baru dalam memperkuat upaya perlindungan hutan hujan tropis Indonesia.

Editor : Moch Vikry Romadhoni
#nangis #Sumatra #rafflesia #peneliti