Bangil Hiburan Incip-Incip Internasional Kepribadian Madinah Van Java Mlaku-Mlaku Nasional Olahraga Pandaan

Pendakian Semeru Ditutup Total! Status Awas, 187 Pendaki Berhasil Diselamatkan

Moch Vikry Romadhoni • Jumat, 21 November 2025 | 23:18 WIB

 

Jalur Pendakian Gunung Semeru Ditutup Sampai Waktu Belum Ditentukan, Status Naik ke Level Awas.
Jalur Pendakian Gunung Semeru Ditutup Sampai Waktu Belum Ditentukan, Status Naik ke Level Awas.

Radar Pasuruan - Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) belum dapat menentukan sampai kapan penutupan jalur pendakian Gunung Semeru diberlakukan setelah erupsi yang terjadi pada Rabu sore (19/11).

“Kita pastikan bahwa saat ini, pendakian (Ranu Kumbolo Gunung Semeru) ditutup sampai batas waktu yang belum ditentukan,” tutur Kepala Balai Besar TNBTS, Rudijanta Tjahja Nugraha di Lumajang, Jumat (21/11).

Ia menjelaskan bahwa kebijakan penutupan ini diambil menyusul peningkatan status Gunung Semeru menjadi level IV atau Awas oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

“Intinya radius 8 km dari puncak itu disarankan tidak ada aktivitas manusia, sehingga daerah Nukumbolo maupun jalur-jalur lain tentunya tidak memungkinkan untuk dilalui oleh para pendaki,” imbuhnya.

Pada momen yang sama, Rudijanta menyampaikan bahwa seluruh 187 pendaki yang sebelumnya berada di Ranu Kumbolo ketika erupsi berlangsung telah berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat.

“Keseluruhan pendaki, pemandu, petugas maupun porter, dengan total 187 orang sudah sampai (Pos Perijinan) Ranu Pani, terakhir sampai pada Kamis (20/11) pukul 14.30 WIB,” ungkap Rudijanta.

Kronologi Singkat Erupsi Gunung Semeru
Erupsi Gunung Semeru terjadi pada Rabu (19/11) sekitar pukul 14.13 WIB. PVMBG mencatat kolom abu membumbung setinggi 2.000 meter di atas puncak atau 5.676 MDPL.

Awan panas berwarna kelabu dengan intensitas pekat bergerak ke arah utara dan barat laut. Erupsi tersebut terekam seismogram dengan amplitudo maksimum 40 mm dan durasi sekitar 16 menit 40 detik.

BPBD Kabupaten Lumajang melaporkan dua kecamatan terdampak, yakni Pronojiwo dan Candipuro. Hingga Jumat pagi (21/11), tercatat 499 warga mengungsi, 21 rumah mengalami kerusakan berat, dan 124 hewan ternak dilaporkan mati.

Para warga yang mengungsi tersebar di beberapa titik, termasuk SD 04 Supiturang, Balai Desa Oro-oro Ombo, Masjid Ar-Rahman, SD Sumberurip 02, rumah Kepala Desa Sumbernujur, serta Kantor Kecamatan Candipuro.

Editor : Moch Vikry Romadhoni
#tim sar #BB TNBTS #gunung semeru #pendakian