Radar Pasuraun - Insiden pengeroyokan terhadap vokalis band hardcore asal Kabupaten Malang, Irmanda Putra, terjadi seusai ia tampil di sebuah acara musik di Kota Batu pada Minggu malam, (16/11).
Berdasarkan informasi awal, peristiwa itu bermula di area luar venue ketika situasi setelah moshing memunculkan kesalahpahaman antara Irmanda dan sejumlah orang yang ada di lokasi.
Kejadian pengeroyokan berlangsung dengan cepat dan menimpa Irmanda tidak lama setelah kericuhan kecil tersebut terjadi.
Irmanda menyampaikan bahwa ia dikeroyok oleh lebih dari 15 orang sebelum kemudian mengalami pembacokan dari belakang saat berupaya menenangkan keadaan.
Aksi pengeroyokan dan pembacokan itu menyebabkan Irmanda menderita luka pada bagian kepala, pundak, serta lengan.
Rekannya, One Regi Febriansyah, juga menjadi korban ketika mencoba menghentikan aksi kekerasan tersebut.
Setelah insiden terjadi, keduanya langsung mendapatkan perawatan medis, sementara kondisi Irmanda disebut membutuhkan penanganan intensif karena luka yang cukup parah.
Kasus pengeroyokan dan pembacokan ini sudah dilaporkan ke Polsek Batu Kota, yang kini mulai melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelakunya.
Pihak kepolisian telah meminta keterangan awal dari korban dan beberapa saksi, serta mengumpulkan informasi terkait keributan yang terjadi di sekitar lokasi acara.
Polisi menegaskan bahwa penanganan kasus ini akan dilakukan secara menyeluruh, apalagi karena adanya penggunaan senjata tajam yang menyebabkan luka berat.
Kejadian ini memicu keprihatinan di kalangan komunitas musik, khususnya skena hardcore di wilayah Malang dan Batu.
Insiden pengeroyokan dan pembacokan seperti ini dinilai sangat berbahaya dan dapat merusak rasa aman di acara musik lokal.
Komunitas berharap proses penyelidikan dapat berjalan tuntas dan tidak terjadi lagi kekerasan yang mengancam musisi maupun para penonton.
Editor : Moch Vikry Romadhoni