Radar Pasuruan - Ada momen hangat sekaligus mengundang tawa ketika Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia melakukan kunjungan kerja ke Fakfak, Papua Barat.
Di sela kesibukan resminya, Bahlil meluangkan waktu untuk bernostalgia dengan kembali menjalani profesi lamanya sebagai sopir angkot. Pekerjaan itu pernah ia tekuni saat muda sebelum berkarier di dunia politik dan pemerintahan.
Mengutip akun Instagram Melangkah Dari Timur, menteri yang berasal dari Fakfak itu terlihat begitu senang saat berada di kursi pengemudi sebuah angkot putih Suzuki Carry dengan nomor polisi PB 7241 F.
Namun, ia mengungkapkan bahwa angkot yang pernah ia bawa dulu ukurannya lebih besar dibanding kendaraan yang ia kemudikan kali ini.
"Mobilnya begini enggak, pak?" tanya seseorang kepada Bahlil.
"Yang dulu agak lebih gede,” jawab Bahlil.
Tak hanya mengemudi, Bahlil bahkan mengajak rekannya bernama Dino, yang merupakan sopir angkot, untuk merasakan kembali profesi masa lalunya.
“Dino, coba tes kau pu taksi. Coba kau seperti kenek dulu. Saya mau lihat setengah kopling setengah gas,” katanya sambil tertawa.
Momen nostalgia tersebut berlangsung sepanjang perjalanan dari jalan raya menuju Terminal Tumburuni. Selama dalam perjalanan, Dino yang berperan seperti kenek berulang kali meneriakkan “Kota kota kota kota,” menirukan gaya khas kenek yang mencari penumpang.
Baca Juga: Demi Capai Target APBN, Bahlil Akui Tiap Malam Selalu Baca 'Doa Lifting' Sebelum Tidur
Setelah selesai bernostalgia, Bahlil terlihat berfoto dengan angkot putih tersebut. Pada kesempatan itu, ia juga menegaskan bahwa angkot yang pernah dikemudikannya dulu bukanlah miliknya.
Ia menyampaikan bahwa dirinya dahulu hanya bekerja sebagai sopir tanpa memiliki kendaraan tersebut. Ketua Umum Partai Golkar itu mengaku masa mudanya jauh dari kata berkecukupan, bahkan untuk makan pun sulit. “Dulu enggak punya (angkot), boro-boro punya. Makan aja susah,” ucapnya.
Meski sudah lama tidak mengendarai angkot, Bahlil ternyata masih piawai mengemudikan kendaraan. Ia kemudian bertanya kepada seseorang yang diduga merupakan sopir angkot setempat. “Bagaimana feeling masih dapatkan? Masih oke kan, gas rem masih oke kan?” tanya Bahlil kepada seorang sopir angkot.
“Masih pak, luar biasa hebat,” jawab sopir tersebut sambil tersenyum dan menjabat tangan Bahlil.
Editor : Moch Vikry Romadhoni