Bangil Hiburan Incip-Incip Internasional Kepribadian Madinah Van Java Mlaku-Mlaku Nasional Olahraga Pandaan

Kementerian PU Siapkan Lokasi Baru untuk Bangun Ulang Ponpes Al Khoziny

Moch Vikry Romadhoni • Sabtu, 15 November 2025 | 23:35 WIB
Menteri PU, Dody Hanggodo menyebut pihaknya masih mengurus serangkaian kajian teknis terkait pembangunan ulang Ponpes Al Khoziny, Sidoarjo, Jumat (14/11).
Menteri PU, Dody Hanggodo menyebut pihaknya masih mengurus serangkaian kajian teknis terkait pembangunan ulang Ponpes Al Khoziny, Sidoarjo, Jumat (14/11).

Radar Pasuruan - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) saat ini tengah merampungkan berbagai kajian teknis sebagai langkah awal agar proses pembangunan ulang gedung baru Pondok Pesantren Al Khoziny di Sidoarjo dapat segera dimulai.

Tahapan tersebut meliputi verifikasi administrasi lahan baru yang diusulkan pihak yayasan (termasuk kajian amdal), perhitungan kebutuhan biaya, hingga penyusunan dokumen teknis lainnya yang diperlukan.

"Terakhir infonya mereka mau menyerahkan tanah yang lain, karena (lokasi gedung ambruk) tidak bisa diotak-atik karena ada proses (hukum) di Polda," ucap Hanggodo di Kampus C Unair Surabaya, Jumat (14/11).

Sebagai latar, bangunan empat lantai di kompleks Pondok Pesantren Al Khoziny tiba-tiba runtuh pada Senin (29/10) sekitar pukul 15.35 WIB, tepat ketika para santri sedang melaksanakan Salat Asar secara berjamaah.

Akibat kejadian tersebut, total 167 santri menjadi korban. Dari jumlah itu, sebanyak 104 orang berhasil selamat sementara 63 santri lainnya dinyatakan meninggal dunia.

Namun, pembangunan ulang tidak akan dilakukan di lokasi bangunan yang ambruk di Jalan Khr. Abbas II No.22, Sidoarjo.

Pembangunan diarahkan ke tempat baru sekitar 1,4 kilometer jauhnya, yakni di Jalan Siwalanpanji II, Buduran, Sidoarjo.

Menteri Hanggodo menilai pembangunan kembali gedung Ponpes Al Khoziny harus dipercepat, mengingat hampir dua ribu santri yang sebelumnya menimba ilmu di ponpes tersebut kini mengalami hambatan lantaran gedung mereka roboh.

"Karena kan di situ ada hampir dua ribuan santri (Ponpes Al Khoziny) yang hari ini kesulitan untuk mendapatkan akses pendidikan karena sekolahnya roboh. Kita upayakan secepatnya," ucapnya.

Ia juga menjelaskan bahwa pembangunan ulang gedung ini berpotensi menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), meski proses pengajuannya masih dalam tahap penyelesaian teknis.

"Insya Allah pakai APBN. Namun memang belum (mengajukan ke Kementerian Keuangan), kita lagi menghitung, proses teknokratisnya kita selesaikan dahulu," terang Hanggodo.

Sementara itu, Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian PU, Dewi Chomistriana menegaskan bahwa pemindahan lokasi pembangunan ulang Ponpes Al Khoziny telah melalui pertimbangan komprehensif.

"Kita bisa lihat di sana (lokasi lama) aksesnya sangat terbatas, saat terjadi kejadian seperti kemarin, akses alat berat sangat sulit," tutur Dewi setelah meninjau lokasi pembangunan gedung baru Ponpes Al Khoziny, Kamis (13/11).

Ia menambahkan bahwa untuk mencegah risiko kejadian serupa, dibutuhkan akses sarana dan prasarana yang memadai agar penanganan bisa dilakukan dengan cepat.

"Di sini (lokasi baru) kita lihat aksesnya sangat mudah, dekat dengan jalan raya. Jalannya juga cukup lebar, sehingga (alat berat) bisa mudah untuk masuk. Jadi kami kita pemindahan ini adalah jalan yang terbaik," pungkasnya.

 

Editor : Moch Vikry Romadhoni
#pembangunan #kementerian pu #gedung #Ponpes Al Khoziny