Bangil Hiburan Incip-Incip Internasional Kepribadian Madinah Van Java Mlaku-Mlaku Nasional Olahraga Pandaan

Pasukan Khusus Bidang Konstruksi & Kesehatan Dipersiapkan TNI untuk Misi Gaza

Moch Vikry Romadhoni • Sabtu, 15 November 2025 | 00:11 WIB

 

Menhan Sjafrie Sjamsoeddin mengantar Kepala Staf Gabungan Angkatan Bersenjata Yordania Mayor Jenderal Yousef Ahmed Al-Hunaiti meninggalkan kantor Kemhan pada Jumat (14/11).
Menhan Sjafrie Sjamsoeddin mengantar Kepala Staf Gabungan Angkatan Bersenjata Yordania Mayor Jenderal Yousef Ahmed Al-Hunaiti meninggalkan kantor Kemhan pada Jumat (14/11).

Radar Pasuruan - Sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, TNI kini mempersiapkan 20 ribu prajurit untuk diberangkatkan ke Gaza, Palestina.

Para personel yang disiapkan tersebut memiliki kompetensi khusus di bidang konstruksi dan layanan kesehatan.

Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin mengakui bahwa Presiden Prabowo memang menargetkan jumlah besar untuk dikirim ke Gaza.

Langkah itu menjadi bukti komitmen Pemerintah Indonesia dalam mendukung penuh perjuangan Palestina.

”Presiden Prabowo menyiapkan pasukan cukup besar, karena sebagaimana teman-teman tahu bahwa kita sedang menyiapkan juga pembangunan kekuatan kita di Indonesia yang sedang kita tingkatkan. Jadi, pemikiran beliau kita maksimalkan 20.000 prajurit kita siapkan,” terang dia pada Jumat (14/11).

Para prajurit yang dipilih tidak sembarangan. Pemerintah ingin pasukan yang dikirim memiliki keahlian di bidang konstruksi serta kesehatan.

Sjafrie menyebut kemampuan tersebut sangat dibutuhkan mengingat Gaza memerlukan pemulihan infrastruktur dan layanan medis.

”Tetapi, spesifikasinya (prajurit yang disiapkan untuk dikirim ke Gaza) kepada kesehatan dan juga konstruksi,” ucap Sjafrie.

Mantan Panglima Kodam Jaya/Jayakarta itu menegaskan bahwa pasukan yang dipersiapkan untuk misi Gaza merupakan peacekeeping operation, bukan peacemaking operation.

Ia menjelaskan bahwa dua kategori itu memiliki perbedaan mendasar karena peacekeeping dilakukan setelah gencatan senjata.

”Sehingga pasukan yang akan datang itu sifatnya untuk menjaga perdamaian, itu bisa berlangsung lebih lama menuju kepada perundingan politik,” jelasnya.

Hingga kini, terdapat dua opsi pengiriman pasukan TNI ke Gaza. Opsi pertama diprakarsai oleh Amerika Serikat (AS), sementara opsi kedua berada di bawah payung Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Sambil menunggu keputusan final, Indonesia juga mempersiapkan pengiriman bantuan kemanusiaan melalui airdrop dengan pesawat.

”Tetapi, tentunya airdrop itu juga mengikuti perkembangan situasi yang ada di sana. Jadi, ada keterkaitan dengan Israel, ada kaitan dengan negara yang memang mempunyai kompetensi dan peranan di dalam perdamaian di sana. Nah, kita yang mendukung itu menerima lampu hijau dari mereka. Kalau mereka katakan silakan drop, kita drop,” terang Sjafrie.

Editor : Moch Vikry Romadhoni
#prajurit #gaza #kontruksi #kesehatan #tni