Bangil Hiburan Incip-Incip Internasional Kepribadian Madinah Van Java Mlaku-Mlaku Nasional Olahraga Pandaan

Ribuan Driver Ojol dari Berbagai Daerah Bakal Demo di Patung Kuda! Ini 4 Tuntutan Mereka

Moch Vikry Romadhoni • Kamis, 13 November 2025 | 01:05 WIB

 

Ilustrasi demo ojol. Pengamat ingatkan jangan ada sweeping saat demo ojol hari ini, dan sampaikan tuntutan yang jelas.
Ilustrasi demo ojol. Pengamat ingatkan jangan ada sweeping saat demo ojol hari ini, dan sampaikan tuntutan yang jelas.

Radar Pasuruan - Ribuan pengemudi ojek online (ojol) yang tergabung dalam Forum Diskusi Transportasi Online Indonesia (FDTOI) dan Serikat Pengemudi Ojek Online Indonesia (SePOI) akan menggelar demonstrasi di kawasan Patung Arjuna Wiwaha atau Patung Kuda, Jakarta Pusat, pada Kamis, (20/11) mendatang.

Aksi tersebut membawa empat tuntutan utama yang ditujukan kepada Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

Ketua Umum SePOI, Mahmud, menjelaskan bahwa para peserta aksi akan memulai titik kumpul dari Tugu Proklamasi sebelum bergerak menuju Patung Kuda.

“Ya, benar. Kami akan kembali menggelar aksi unjuk rasa di Patung Kuda pada Kamis, 20 November. Titik kumpulnya dari Tugu Proklamasi, tapi masih menunggu persetujuan pihak terkait,” ujarnya kepada wartawan, Selasa (11/11).

Mahmud menambahkan, aksi kali ini tidak hanya diikuti oleh pengemudi dari Jabodetabek, tetapi juga perwakilan dari sejumlah daerah seperti Jawa Timur, Medan, dan Batam.

Mereka memiliki tujuan bersama, yakni mendesak pemerintah untuk meninjau ulang kebijakan yang dianggap memberatkan pengemudi.

Menurut Mahmud, aksi tersebut menyoroti empat tuntutan utama kepada Kemenhub, yaitu:

  1. Evaluasi dan penyesuaian tarif untuk pengemudi online roda dua.

  2. Evaluasi serta penyesuaian tarif antar-paket dan makanan.

  3. Revisi tarif Biaya Operasional Kendaraan (BOK) bagi pengemudi taksi online.

  4. Penyusunan Undang-Undang Transportasi Online yang lebih berpihak pada pengemudi.

“Empat poin itu yang menjadi fokus kami. Sudah saatnya pemerintah meninjau ulang kebijakan yang berjalan agar lebih adil bagi semua pihak, terutama bagi para pengemudi yang menjadi ujung tombak layanan transportasi daring,” tegas Mahmud.

Sementara itu, Sekjen SePOI, Einstein Dialektika, menilai Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 12 Tahun 2019 sebenarnya cukup baik, namun penerapannya belum konsisten. Ia menyebut aturan tersebut tidak lagi sesuai dengan kondisi lapangan yang kini dihadapi para pengemudi.

“Tarif terakhir berhenti di tahun 2022, saat rata-rata jam kerja pengemudi masih 8 jam per hari. Sekarang bisa mencapai 14 jam per hari karena pendapatan menurun. Hal ini menyebabkan kelelahan, stres, dan meningkatnya risiko kecelakaan di jalan,” ujar Einstein.

Ia menegaskan Kemenhub perlu segera melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan aturan itu agar sesuai dengan realitas di lapangan.

Einstein juga menegaskan bahwa keempat tuntutan utama yang disampaikan sepenuhnya berada di bawah kewenangan Kemenhub.

“Kami hanya meminta pemerintah menjalankan aturan yang mereka buat sendiri secara konsisten,” ucapnya.

Menjelang aksi besar tersebut, SePOI mengimbau seluruh peserta untuk tetap menjaga ketertiban dan tidak terprovokasi oleh isu menyesatkan.

“Kami minta teman-teman pengemudi online tetap kondusif dan fokus pada empat tuntutan yang sudah disepakati. Jangan ada paksaan terhadap rekan lain untuk ikut aksi, karena ini adalah gerakan yang lahir dari kesadaran bersama,” pungkasnya.

Editor : Moch Vikry Romadhoni
#tuntutan #demo #kemenhub #ojol