Radar Pasuruan - Penganugerahan gelar Pahlawan Nasional kepada Presiden ke-2 Republik Indonesia, Soeharto, menarik perhatian luas media internasional. Upacara pemberian gelar tersebut berlangsung di Istana Negara, Jakarta, pada Senin (10/11). Selain Soeharto, terdapat sembilan tokoh lain yang turut menerima gelar serupa.
Media asal Inggris, The Guardian, melaporkan bahwa keputusan ini menimbulkan kekhawatiran terhadap kemungkinan bangkitnya kembali rezim Soeharto. Dalam laporannya, media tersebut menilai masa pemerintahan Soeharto diwarnai oleh praktik korupsi, penyensoran, serta dugaan pelanggaran hak asasi manusia secara besar-besaran.
“Indonesia telah menganugerahkan gelar pahlawan nasional kepada mantan pemimpin otoriter Soeharto, sebuah langkah yang memicu tuduhan revisionisme sejarah di negara demokrasi terbesar ketiga di dunia,” tulis The Guardian dalam artikelnya berjudul “Fury as Indonesia declares late authoritarian ruler Suharto a national hero.”
Sementara itu, kantor berita Reuters juga menyoroti langkah ini sebagai keputusan yang menuai kontroversi dan mendapat kecaman dari para aktivis.
Editor : Moch Vikry Romadhoni