Radar Pasuruan - Kementerian Sosial (Kemensos) mengajukan usulan agar Presiden ke-2 Republik Indonesia, Soeharto, dianugerahi gelar pahlawan nasional. Usulan tersebut disampaikan kepada Menteri Kebudayaan sekaligus Ketua Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan (GTK), Fadli Zon.
Langkah ini mendapatkan sambutan positif dari masyarakat. Influencer Andrea Yudias turut menggelar wawancara dengan sejumlah warga untuk menanyakan pandangan mereka mengenai wacana pemberian gelar pahlawan kepada Soeharto. Video wawancara tersebut diunggah melalui akun Instagram resminya.
Sebagian besar warga yang diwawancarai menyatakan setuju dengan usulan gelar tersebut. Mereka menilai masa pemerintahan Soeharto membawa kesejahteraan bagi rakyat.
“Misi Bang mau nanya, kalau misalkan Pak Soeharto dijadiin pahlawan nasional, Abang setuju nggak?” tanya Andrea dikutip Rabu (5/11).
"Setuju, alasannya ya dulu mah zaman Soeharto ya rakyat makmur. Zaman dulu nggak ada ribut-ribut, aman,” jawab warga.
Warga lain juga menyampaikan pandangan serupa. Mereka menganggap di bawah kepemimpinan Soeharto, Indonesia menjadi negara yang disegani dunia.
"Setuju, karena di zaman Bapak Soeharto itu Indonesia tegas kita disegani sama negara-negara lain,” kata dia.
Selain itu, warga menilai Soeharto sebagai tokoh pembangunan nasional. Mereka menilai masa pemerintahannya identik dengan kemajuan di berbagai sektor.
“Setuju, karena dia dari awal pembangunannya pesat luar biasa. Proyek, listrik, sekolah, bangun masjid,” ujar warga.
Sebelumnya, Menteri Sosial Saifullah Yusuf telah menyerahkan 40 nama tokoh yang diusulkan untuk mendapatkan gelar pahlawan nasional. Beberapa tokoh ternama yang termasuk dalam daftar tersebut antara lain Presiden ke-2 RI Soeharto, Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur), serta aktivis buruh perempuan asal Nganjuk, Marsinah.
Editor : Moch Vikry Romadhoni