Radar Pasuruan - Kementerian Agama (Kemenag) menyalurkan bantuan dana sebesar Rp 610 juta kepada Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny di Sidoarjo, Jawa Timur. Dana tersebut diberikan untuk memperbaiki asrama yang mengalami kerusakan.
Pernyataan ini disampaikan oleh Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar dalam rapat kerja bersama Tim Pengawas (Timwas) Penanganan Bencana DPR RI pada Rabu (5/11).
Bantuan tersebut ditujukan untuk membantu para santri yang kehilangan tempat tinggal sementara usai bangunan asrama ambruk.
“Selain memberikan bantuan stabilitas emosional, kami juga menyalurkan dana Rp 610 juta untuk rehabilitasi asrama, agar anak-anak kita memiliki tempat berteduh setelah bangunannya runtuh,” kata Nasaruddin.
Selain bantuan untuk Ponpes Al Khoziny, Kemenag juga menyalurkan dana Rp 150 juta guna membantu masyarakat terdampak robohnya gedung majelis taklim di Bogor.
Dana tersebut dipergunakan untuk mendukung pemulihan emosional warga dan pembangunan musala sementara di lokasi kejadian.
“Kami memberikan bantuan Rp 150 juta untuk membantu stabilitas emosional warga terdampak dan memperbaiki musala sementara di sekitar situ,” jelasnya.
Lebih jauh, Nasaruddin menyebut bahwa Kemenag juga menyalurkan bantuan Rp 300 juta untuk memulihkan sejumlah pura yang terdampak banjir, serta Rp 105 juta bagi pemulihan madrasah yang mengalami kerusakan.
Selain itu, tersedia anggaran sebesar Rp 265 juta yang dialokasikan bagi korban banjir di Bali, khususnya untuk kegiatan evakuasi dan perbaikan rumah ibadah.
“Kementerian Agama melalui Kanwil Kemenag Provinsi Bali bergerak cepat berkoordinasi dengan pemda, mengerahkan penyuluh agama dan relawan ormas keagamaan untuk membantu evakuasi warga, mengamankan aset rumah ibadah, serta mendistribusikan bantuan logistik dan layanan dapur umum,” pungkasnya.
Editor : Moch Vikry Romadhoni