Bangil Hiburan Incip-Incip Internasional Kepribadian Madinah Van Java Mlaku-Mlaku Nasional Olahraga Pandaan

Piala Dunia U-17 Qatar Disorot Talent Scout Dunia, Jadi Peluang Emas Pemain Timnas Indonesia Unjuk Gigi

Moch Vikry Romadhoni • Kamis, 6 November 2025 | 01:25 WIB

Timnas Indonesia U-17 harus menyerah dari Zambia U-17 di laga perdana Piala Dunia U-17 2025.
Timnas Indonesia U-17 harus menyerah dari Zambia U-17 di laga perdana Piala Dunia U-17 2025.

Radar Bromo - Musim ini, beberapa pemain muda tampil gemilang di klub-klub besar Eropa. Di antaranya Franco Mastantuono (Real Madrid), Estevao Willian (Chelsea), dan Myles Lewis-Skelly (Arsenal). Menariknya, dua tahun lalu para pemain ini sempat berlaga di Indonesia.

Tepatnya dalam ajang Piala Dunia U-17 edisi 2023, di mana saat itu Indonesia dipercaya menjadi tuan rumah.

Tahun ini, bukan tidak mungkin muncul pemain muda dari Piala Dunia U-17 Qatar yang akan menembus klub besar di Eropa. Sebab, ajang tersebut akan dipenuhi oleh banyak pemandu bakat yang mencari talenta potensial.

Hal itu disampaikan oleh pelatih timnas Indonesia U-17, Nova Arianto. Ia mengingatkan para pemainnya agar memanfaatkan peluang besar tersebut dengan tampil sebaik mungkin di lapangan.

"Kalau ingin menjadi atau bermain di level Eropa, ya mereka harus bermain tampil baik di Piala Dunia U-17 ini. Karena banyak talent scout yang datang di event Piala Dunia ini," ucapnya. Nova juga berharap ada beberapa pemain Indonesia U-17 yang bisa melanjutkan karier di luar negeri.

"Agar secara progres, secara peningkatan, secara prestasi mereka bisa lebih baik," katanya.

Baca Juga: Erick Thohir Pastikan Timnas Libur di FIFA Matchday, Imbasnya Ranking Indonesia Bisa Anjlok Drastis

Sayangnya, dalam turnamen kali ini, pemain diaspora seperti Nicholas Mjosund harus dicoret. Nova menjelaskan, keputusan itu diambil karena alasan chemistry. "Memang Nicholas masuk dalam skema yang ingin kami buat di Piala Dunia," akunya.

Namun, karena kesibukan di klub dan urusan sekolah, Nicholas akhirnya tidak dapat bergabung dengan skuad utama. "Karena kita paham lah, di luar masalah sekolah sangat penting sekali. Jadi saya sangat bisa memahami," ujarnya.

Jika melihat jadwalnya yang baru bisa bergabung sekitar tiga hari sebelum keberangkatan ke Qatar, Nova menilai chemistry dalam tim tidak akan terbentuk dengan baik. "Takutnya akan menjadi masalah," tuturnya.

Berbeda dengan Mike Rajasa Hoppenbrouwers yang tetap dipertahankan karena berposisi sebagai penjaga gawang. Mike dinilai memiliki adaptasi lebih mudah karena sudah ikut tim sejak pemusatan latihan di Bulgaria dan Bali.

"Mungkin berbeda kasusnya karena goalkeeper secara pandangan dan bermainnya juga beda. Karena goalkeeper fokus di belakang dan adaptasi di belakang," ujarnya.

Baca Juga: Angka Perceraian di Indonesia Tembus 400 Ribu Kasus, Ini Langkah Kemenag Cegahnya

Editor : Moch Vikry Romadhoni
#piala dunia #timnas #Scout #U-17