Radar Pasuruan - Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menyampaikan bahwa dalam satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, telah tercipta sekitar dua juta lapangan kerja baru di Indonesia.
Jumlah tersebut merupakan serapan tenaga kerja formal berdasarkan laporan Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).
"Dari Kementerian Investasi di bulan September sudah posting, ada kenaikan investasi year-on-year sekitar 14 persen, dengan penyerapan tenaga kerja hampir 2 juta orang, ya," ujar Yassierli dalam acara Media Briefing, Selasa (28/10).
Yassierli menambahkan, angka serapan tenaga kerja itu belum mencakup kontribusi dari berbagai program strategis nasional seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih, hingga Kampung Nelayan Merah Putih.
"Kalau 30.000 SPPG itu kemudian beroperasi, satu SPPG 50 orang berarti 1,5 juta ditambah ekosistemnya sekitar 2,4 juta. Tambah kemudian koperasi 80.000, koperasi, berapa? Itu secara menghitungnya kira-kira begitu," ucapnya.
Validasi data secara keseluruhan masih menunggu hasil Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) dari Badan Pusat Statistik (BPS) periode Agustus 2025 yang dijadwalkan akan diumumkan pada November mendatang.
Meski demikian, Yassierli menegaskan bahwa capaian serapan tenaga kerja bukan hasil kerja satu kementerian saja, melainkan hasil sinergi antarinstansi. "Karena sekali lagi serapan tenaga kerja itu adalah hasil dari kolaborasi," tuturnya.
Editor : Moch Vikry Romadhoni