Radar Pasuruan - Presiden Prabowo Subianto menghadiri kegiatan pemusnahan barang bukti narkoba di Lapangan Bhayangkara Mabes Polri, Jakarta Selatan, pada Rabu (29/10). Dalam setahun terakhir, Polri berhasil menyita total 214,84 ton narkoba dengan nilai setara Rp 29,37 triliun.
Di lokasi tersebut, Presiden Prabowo memimpin langsung pemusnahan sebanyak 2,1 ton barang bukti narkoba. Sementara ratusan ton lainnya telah lebih dulu dimusnahkan di berbagai daerah. Ia menegaskan, kegiatan ini sangat penting untuk menyelamatkan generasi bangsa.
”Bila tidak berhasil mereka (Polri) cegah atau mereka sita, mereka tangkap, (ratusan ton narkoba) itu bisa digunakan oleh 629 juta manusia, berarti lebih dari dua kali (lipat penduduk) bangsa Indonesia,” kata Prabowo dalam sambutannya.
Presiden menyampaikan apresiasi tinggi kepada Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dan seluruh jajaran Polri atas kerja keras dalam pemberantasan narkoba. Menurutnya, ancaman narkotika merupakan bahaya besar yang dapat menghancurkan masa depan bangsa.
”Ancaman yang besar dan tidak kalah bahaya adalah ancaman narkoba. Narkoba itu merusak masa depan bangsa,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga menyaksikan langsung pengujian sampel barang bukti yang disita dari berbagai kasus di seluruh Indonesia. Ia turut memimpin proses pemusnahan menggunakan alat khusus di lapangan.
Secara keseluruhan, barang bukti narkoba dengan total lebih dari 214 ton itu berasal dari 48.306 kasus dan melibatkan 65.572 tersangka. Barang bukti tersebut disita Polri melalui Bareskrim, polda, polres, hingga jajaran di daerah.
”Saya dalam hal ini menyampaikan penghargaan saya sebesar-besarnya kepada seluruh anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia dimanapun sedang bertugas,” ucap Prabowo.
Editor : Moch Vikry Romadhoni