Bangil Hiburan Incip-Incip Internasional Kepribadian Madinah Van Java Mlaku-Mlaku Nasional Olahraga Pandaan

Meutya Hafid Pastikan Peta Jalan Nasional AI Terbit Awal 2026, Ini Dampaknya untuk Rakyat

Moch Vikry Romadhoni • Senin, 27 Oktober 2025 | 21:47 WIB

 

Menkomdigi Meutya Hafid bertemu dengan pengembang game Roblox di Jakarta, Kamis (14/8).
Menkomdigi Meutya Hafid bertemu dengan pengembang game Roblox di Jakarta, Kamis (14/8).

Radar Bromo - Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, optimistis bahwa Kecerdasan Artifisial (Artificial Intelligence/AI) menjadi peluang besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional, bukan sebagai ancaman bagi tenaga kerja manusia.

"Dikabarkan kecerdasan artifisial akan menggantikan sekitar 85 juta pekerjaan di dunia pada tahun 2025. Namun, pada saat yang bersamaan, AI juga berpotensi menciptakan 90 juta pekerjaan baru di berbagai bidang. Karena itu, AI perlu diwaspadai, tetapi tidak perlu ditakuti,” kata Meutya di Jakarta, dikutip Senin (27/10).

Meutya menilai Indonesia termasuk negara yang paling optimis dalam menyambut kemajuan teknologi AI. Ia menyebut masyarakat Indonesia menunjukkan kesiapan tinggi dalam menerima teknologi baru tanpa rasa takut yang berlebihan.

"Berdasarkan berbagai survei, Indonesia dinilai sebagai negara yang mampu menerima AI dengan baik, tidak takut, dan itu merupakan pertanda yang baik,” jelas dia.

Lebih lanjut, Meutya menegaskan bahwa AI harus dimanfaatkan untuk memperkuat kemampuan manusia, bukan menggantikannya. "Kita coba melihat dan membicarakan AI dari perspektif yang berbeda. Bukan sekadar data dan angka, melainkan bagaimana AI bisa dimaknai sebagai alat bantu yang memperkuat manusia," ujarnya.

Ia juga menyampaikan bahwa pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) tengah menyiapkan Peta Jalan Nasional AI sebagai panduan lintas sektor. Regulasi tersebut direncanakan akan disahkan sebagai Peraturan Presiden pada awal tahun 2026.

"Insyaallah pada awal tahun 2026, Peraturan Presiden tentang peta jalan ini sudah dapat diterbitkan dan menjadi pedoman bagi kita semua," ungkapnya.

Selain regulasi, pemerintah juga berupaya memperluas akses digital agar seluruh masyarakat dapat menikmati manfaat AI.

"Yang juga penting adalah bagaimana membuat AI berikutnya menjadi inklusif. Kami juga telah melelang frekuensi 1,4 GHz untuk menghadirkan internet yang lebih murah dan merata,” jelasnya.

Di sisi lain, Meutya mengimbau seluruh pihak agar menggunakan teknologi AI secara bijak dan bertanggung jawab. Menurutnya, jika diterapkan dengan tepat, AI akan membawa dampak positif bagi masyarakat.

“Demokrasi teknologi menuntut tanggung jawab bersama, dan kita semua memiliki peran yang sama penting dalam menentukan arah perkembangan AI ke depan,” tukas dia.

Baca Juga: Pemerintah Ajak Seluruh Rakyat Kibarkan Merah Putih di Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober

Editor : Moch Vikry Romadhoni
#komdigi #ai #ancaman #pekerjaan