Radar Pasuruan - Presiden RI Prabowo Subianto menerima kunjungan kenegaraan Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva bersama istrinya, Rosangela (Janja) Lula da Silva, di Jakarta pada Rabu (23/10).
Sebagai dua kekuatan ekonomi baru, keduanya sepakat memperkuat kerja sama di sektor ekonomi, perdagangan, dan bidang lainnya.
Prabowo membuka sambutannya dengan menyampaikan terima kasih atas sambutan hangat saat dirinya berkunjung ke Brasilia pada Juli lalu. Ia juga memberikan ucapan selamat kepada rakyat Brasil yang baru saja merayakan hari kemerdekaan ke-203 pada 7 September.
"Kunjungan kenegaraan kita berdua adalah bukti bahwa hubungan persahabatan antara kedua negara semakin erat," kata Prabowo. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi langkah penting agar Indonesia dan Brasil dapat memperkuat hubungan persahabatan serta kerja sama di berbagai sektor.
Prabowo mengaku sangat gembira dengan perkembangan hubungan bilateral antara Indonesia dan Brasil, khususnya dalam bidang ekonomi. "Kita terus merencanakan (kerjasama) ke arah pembentukan Indonesia-Mercosur Comprehensive Economic Partnership Agreement," ujarnya.
Melalui komitmen kerja sama tersebut, Prabowo optimistis hubungan kedua negara akan semakin kokoh. Ia juga yakin kerja sama itu akan mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia, Brasil, dan negara-negara lain di kawasan Amerika Latin.
"Kita adalah sama-sama kekuatan ekonomi baru. Tadi yang mulia telah mengingatkan kedua negara kita jumlahnya 500 juta manusia, setengah miliar dari populasi dunia, hanya kedua negara kita," tutur Prabowo. Ia menambahkan, baik Indonesia maupun Brasil kini merupakan bagian dari BRICS.
Prabowo juga mengungkapkan bahwa kedua negara akan menandatangani empat perjanjian dan nota kesepahaman penting. Ia meyakini dalam waktu dekat kerja sama ini akan menghasilkan capaian yang lebih baik bagi kedua negara.
Sebagai bentuk keseriusan memperkuat hubungan tersebut, Prabowo menyatakan bahwa bahasa Portugis akan dijadikan salah satu prioritas bahasa dalam sistem pendidikan di Indonesia.
Sebagai tindak lanjut, ia akan memberikan instruksi kepada Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, serta Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Indonesia untuk mulai mengajarkan bahasa Portugis di sekolah-sekolah. "Ini bukti bahwa ini memandang hubungan Brazil dan Indonesia sangat besar," tandas Prabowo. (*)
Editor : Moch Vikry Romadhoni