Bangil Hiburan Incip-Incip Internasional Kepribadian Madinah Van Java Mlaku-Mlaku Nasional Olahraga Pandaan

Setahun Pimpin RI, Prabowo Diklaim Selamatkan Uang Negara Rp1.000 Triliun

Moch Vikry Romadhoni • Rabu, 22 Oktober 2025 | 01:21 WIB

 

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato saat penyerahan uang pengganti kerugian negara hasil korupsi minyak kelapa sawit (CPO) di Kejaksaan Agung, Jakarta, Senin (20/10/2025).
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato saat penyerahan uang pengganti kerugian negara hasil korupsi minyak kelapa sawit (CPO) di Kejaksaan Agung, Jakarta, Senin (20/10/2025).

Radar Pasuruan - Presiden Prabowo Subianto diklaim berhasil mencegah kebocoran anggaran negara hingga mencapai Rp1.000 triliun selama satu tahun masa pemerintahannya.

Tenaga Ahli Utama Badan Komunikasi Pemerintah RI, Hariqo Wibawa Satria, menjelaskan bahwa keberhasilan tersebut dicapai melalui berbagai langkah efisiensi, penegakan hukum, dan pembenahan tata kelola sumber daya alam.

Berikut lima langkah besar yang dijalankan pemerintahan Prabowo.

1. Efisiensi Anggaran di Hari Pertama
Hariqo mengungkapkan, sejak hari pertama menjabat, Prabowo langsung memimpin efisiensi besar-besaran terhadap anggaran negara.

"Pada hari pertama menjadi Presiden, salah satu yang dilakukan adalah melaksanakan efisiensi anggaran. Penghematan dulu. Jadi anggaran-anggaran yang berpotensi untuk dikorupsi, itu diefisiensi," ujarnya saat berkunjung ke kantor Jawa Pos di Jakarta, Senin (20/10).

Dari kebijakan itu, pemerintah disebut berhasil menghemat hingga Rp300 triliun yang kemudian dialokasikan untuk berbagai program rakyat.

2. Rebut Kembali 5 Juta Hektare Lahan Sawit Negara
Langkah besar selanjutnya adalah penertiban lahan sawit milik negara yang disalahgunakan selama bertahun-tahun.

"Lahan negara seluas 5 juta hektare digunakan untuk menanam sawit. Ini sudah berpuluh-puluh tahun tidak ada yang berani. Untuk pertama kalinya di era pemerintahan Presiden Prabowo, ini langsung ditindak. Dari 5 juta hektare yang dilaporkan, sebanyak 4 juta hektare sudah disita kembali oleh negara," ungkap Hariqo.

Ia menambahkan bahwa Prabowo bersikap tegas tanpa pandang bulu.
"Saya tidak peduli mau ada backing-nya mantan jenderal, mau ada backing-nya mantan polisi, juga saya tidak peduli," kata Hariqo menirukan ucapan Prabowo.

3. Berantas Tambang Ilegal di Bangka Belitung
Prabowo juga turun langsung menindak tambang ilegal di Bangka Belitung.

"Presiden datang langsung ke Bangka Belitung, mengawasi bagaimana aparat penegak hukum bekerja. Di situ ada sekitar seribu tambang ilegal, kemudian ada pengembalian smelter. Itu juga ditindak," jelas Hariqo.

Langkah ini disebut sebagai sinyal keseriusan pemerintah dalam memberantas praktik ilegal yang selama ini merugikan negara.

4. Bongkar Mafia Migas yang Tak Tersentuh Hukum
Selain sektor tambang, pemerintah juga memperbaiki tata kelola minyak dan gas (migas) dengan menindak tegas para mafia migas yang selama ini sulit dijangkau hukum. Nama Muhammad Riza Chalid disebut telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Agung.

"Ada satu nama yang selama ini dianggap tidak tersentuh oleh hukum, sekarang sudah menjadi tersangka. Anaknya juga menjadi tersangka. Rumah dan asetnya disita," tegas Hariqo.

5. Bangun Fondasi Menuju Indonesia Emas 2045
Hariqo menegaskan bahwa seluruh langkah tegas tersebut merupakan fondasi menuju Indonesia Emas 2045.

"Kita itu kan ada perencanaannya. Dari 2025 ke 2045 menuju Indonesia Emas. Artinya sekarang, 20 Oktober 2025, 20 tahun lagi 20 Oktober 2045. Nah, setahun pertama ini kita membangun fondasi," ujarnya.

Pemerintah, lanjutnya, tengah memulai fase penting untuk memastikan pengelolaan sumber daya nasional benar-benar berpihak kepada rakyat. (*)

Editor : Moch Vikry Romadhoni
#prabowo #uang negara #efisiensi