Radar Pasuruan - Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menegaskan capaian besar Indonesia di sektor pangan nasional dalam acara Townhall Satu Tahun Kinerja Kementerian Koordinator Bidang Pangan.
Untuk pertama kalinya dalam lima tahun terakhir, Indonesia berhasil menekan impor beras hingga 0 persen dan mencatat surplus 4 juta ton beras.
Dalam paparannya, Zulhas menyampaikan bahwa keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja sama antar kementerian dan lembaga di bawah koordinasi Kemenko Pangan, serta dukungan penuh dari Presiden Prabowo Subianto.
“Tahun lalu kita impor 4,52 juta ton beras. Tahun ini, nol persen impor. Produksi kita tumbuh 12,4 persen, diperkirakan mencapai 34 juta ton. Nilai Tukar Petani naik dari 116 menjadi 124,36, tertinggi dalam lima tahun terakhir. Hasil nyata ini karena dukungan Presiden Prabowo dan bukti konkret bahwa kerja keras dan sinergi superteam lintas sektor membawa hasil nyata bagi rakyat,” ujar Menko Zulhas.
Zulhas menambahkan, dalam satu tahun terakhir, tim lintas sektor yang disebutnya sebagai superteam pangan nasional bergerak cepat menjaga ketahanan pangan, mulai dari produksi, distribusi, hingga stabilisasi harga.
Ia menjelaskan bahwa Kemenko Pangan berperan sebagai pengatur kebijakan agar program di setiap kementerian berjalan seirama dan memberikan dampak langsung bagi petani serta masyarakat luas.
Kinerja Kemenko Pangan selama setahun terakhir juga tampak dari peran aktifnya dalam penyusunan berbagai kebijakan strategis. Sejak terbentuk, lembaga ini telah mengoordinasikan 7 Instruksi Presiden (Inpres), 6 Peraturan Presiden (Perpres), 3 Keputusan Presiden (Keppres), dan 2 Peraturan Pemerintah (PP) yang menitikberatkan pada kedaulatan pangan, pengendalian harga, pengelolaan limbah menjadi energi (waste to energy), kemandirian energi, serta penguatan ekonomi petani.
Keberhasilan menekan impor beras hingga nol persen menjadi sinyal kuat atas efektivitas strategi pemerintah dalam membangun kemandirian pangan nasional. Pemerintah menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sektor pertanian dan menjaga keseimbangan pasokan agar tidak hanya mencapai kedaulatan pangan, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan petani di seluruh Indonesia.
Editor : Moch Vikry Romadhoni