Bangil Hiburan Incip-Incip Internasional Kepribadian Madinah Van Java Mlaku-Mlaku Nasional Olahraga Pandaan

Ini Dua Menteri Nonparpol Kabinet Prabowo–Gibrana Paling Disukai Publik, Skornya Fantastis

Moch Vikry Romadhoni • Selasa, 21 Oktober 2025 | 01:12 WIB

 

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.

Radar Pasuruan - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjadi sorotan publik sebagai dua bintang baru dalam kabinet Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Kedua menteri yang berasal dari kalangan nonpartai itu memperoleh tingkat kesukaan (likable) dan kepuasan publik yang tinggi. Sebanyak 88,4 persen masyarakat mengaku menyukai Menteri Purbaya, sementara 87,2 persen menyukai Menteri Amran.

Tingkat kesukaan terhadap keduanya sejalan dengan tingkat kepuasan publik atas kinerja mereka. Sebanyak 83,6 persen responden menyatakan puas terhadap kinerja Mentan Amran dan 82,8 persen puas terhadap kinerja Menkeu Purbaya.

Demikian hasil survei yang dipaparkan Direktur Riset Lingkaran Strategis (RILIS) Arman Salam dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (20/10/2025). Survei ini dilaksanakan pada 11–16 Oktober 2025 di enam provinsi di Pulau Jawa, yakni DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), dan Jawa Timur.

"Terkait alasan memilih 6 wilayah se-Pulau, karena jumlah penduduk di wilayah ini sudah mencerminkan 70% pemilih nasional. Sehingga, pemenang Pilpres di Pulau Jawa sudah bisa dipastikan akan menjadi pemenang Pilpres nasional," katanya.

Survei tersebut menggunakan metode Multistage Random Sampling dengan 800 responden yang diwawancarai secara langsung. Margin of error survei ini sebesar ±3,47 persen.

Arman menjelaskan bahwa banyaknya jumlah menteri dalam kabinet membuat hasil survei dibagi ke dalam empat divisi tingkat kepuasan publik.

Divisi I berisi menteri dengan tingkat kepuasan di atas 80 persen, divisi II di bawah 80 persen, divisi III di bawah 70 persen, dan divisi IV di bawah 60 persen.

“Dari data di lembaga survei RILIS yang kami temukan, untuk sementara, Pak Andi Amran Sulaiman dan Pak Purbaya Sadewa masuk dalam divisi I yang memperoleh tingkat kepuasan tertinggi atas kinerjanya,” katanya.

Arman menambahkan, terdapat enam menteri lain di divisi II, di antaranya Menteri Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya (78,8%), Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (72,4%), Menteri Agama Nasarudin Umar (72,1%), Menteri Pertahanan Sjafrie Syamsoedin (70,6%), Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi (70,2%), dan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita (70,1%).

Sementara itu, pada divisi III atau menteri dengan tingkat kepuasan publik di bawah 70 persen, tercatat beberapa nama seperti Menlu Sugiono (69,5%), Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono (68,1%), Menko Bidang Hukum dan HAM Yusril Ihza Mahendra (63,4%), Menteri Pendidikan Tinggi dan IPTEK Brian Yuliarto (61,4%), Mendagri Tito Karnavian (61,3%), Menhub Dudy Purwagandhi (61,3%), Menko Pangan Zulkifli Hasan (61,2%), Menpora Erick Thohir (61,2%), dan Menkes Budi Gunadi Sadikin (60,2%).

Untuk divisi IV, Arman menyebut beberapa menteri dengan tingkat kepuasan di bawah 60 persen, seperti Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (57,8%), Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq (57,4%), Menteri Kebudayaan Fadli Zon, Menteri UMKM Maman Abdurahman, Menteri Perdagangan Budi Santoso, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifatul Choirul Fauzi, serta Menteri PANRB Rini Widyantini yang sama-sama meraih 56,8 persen.

"Selebihnya, ada juga para menteri yang tingkat kepuasaannya dibawah 50% seperti Menko Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar 49,7%, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia 44,1% dan Menteri HAM Natalius Pigai 32,4%," ungkapnya.

Menjawab pertanyaan tentang alasan dua menteri tersebut menempati posisi tertinggi, Arman menjelaskan bahwa hasil analisis kualitatif menunjukkan keduanya dipersepsi publik sebagai sosok tegas, jujur, berani, bersih, dan anti korupsi.

“Itu data kualitatif yang kami peroleh, bahwa diantara alasan paling menonjol karena kedua menteri itu dianggap bersih, berani, jujur dan tegas sebagai modal utama berhasil atau tidaknya kerja seorang menteri. Misalnya, Pak Amran tercitrakan sebagai mister clean,” jelasnya.

Selain itu, menurut Arman, Amran juga dianggap publik sebagai tokoh penting dalam menjaga ketahanan pangan, termasuk melalui kebijakan tidak impor beras.

Begitu pula dengan Purbaya Sadewa, yang meski baru menjabat belum genap satu tahun, sudah dinilai publik memiliki gebrakan besar dan membawa harapan baru. Kedua menteri tersebut disebut sebagai figur yang muncul di saat publik merindukan pejabat bersih di tengah banyaknya kasus korupsi besar.

“Kedua menteri itu memang tampil dan hadir pada momen yang tepat pada saat mayoritas publik hari ini sedang merindukan sosok pejabat yang bersih, ditengah berbagai temuan praktik mega korupsi triliunan. Nah, mereka tampil seperti menjawab kerinduan dan harapan publik tersebut,” ungkapnya.

Namun, Arman menilai tantangan bagi Amran dan Purbaya adalah tingkat pengenalan yang masih belum maksimal dibanding menteri lain. Amran, misalnya, baru dikenal luas di kalangan petani dan kelompok menengah atas, sementara di kalangan milenial dan masyarakat bawah belum begitu populer.

Secara keseluruhan, Arman menilai keduanya telah menjadi figur moncer di kabinet, meski idealnya tingkat pengenalan dan kesukaan publik seimbang.

“Yang terjadi dengan Pak Amran dan Pak Purbaya, keduanya memiliki tingkat pengenalan yang masih belum ideal, sekitar 51%. Tapi tingkat kesukaannya cukup tinggi, diatas 80%. Kalau di Pilkada atau di Pilpres, biasanya masuk dalam kategori 'Barang Bagus' untuk dipilih," tandasnya.

Survei juga memotret tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Hasilnya, 81,9 persen publik menyatakan sangat puas dan cukup puas terhadap kinerja Presiden Prabowo, sementara 69,7 persen merasa puas terhadap kinerja Wapres Gibran.

Editor : Moch Vikry Romadhoni
#Andi Amran #Purbaya #menteri