Bangil Hiburan Incip-Incip Internasional Kepribadian Madinah Van Java Mlaku-Mlaku Nasional Olahraga Pandaan

Dua Prajurit TNI Gugur saat Peringatan HUT ke-80, Santunan Hingga Pangkat Anumerta Diberikan

Moch Vikry Romadhoni • Rabu, 8 Oktober 2025 | 00:26 WIB

 

Presiden Prabowo Subianto di damping Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subioyanto dan Komandan Upacara HUT TNI
Presiden Prabowo Subianto di damping Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subioyanto dan Komandan Upacara HUT TNI

Radar Pasuruan - Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin angkat bicara usai gugurnya dua prajurit TNI dalam rangkaian peringatan HUT ke-80 TNI. Ia memastikan keduanya menerima santunan serta kenaikan pangkat anumerta.

Hal itu disampaikan Sjafrie saat diwawancarai awak media di Rumah Sakit Pusat Pertahanan Negara (RSPPN) Jenderal Besar Soedirman pada Selasa (7/10). Ia menegaskan bahwa santunan diberikan melalui PT Asabri.

”Dapat santunan dari Asabri, satu orang untuk keluarga Rp 350 juta dan kenaikan pangkat luar biasa,” ujar Sjafrie singkat.

Pada Sabtu malam (4/10), prajurit Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad) Pratu Johari Alfarizi tewas setelah jatuh dari atas Tank Marder yang tengah diangkut menggunakan transporter.

Panglima Kostrad Letjen TNI M. Fadjar membenarkan kejadian itu saat dikonfirmasi pada Senin (6/10).

Letjen Fadjar menjelaskan, insiden terjadi ketika pergeseran alat utama sistem persenjataan (alutsista) yang akan ditampilkan dalam perayaan HUT ke-80 TNI pada Minggu (5/10).

”Betul (ada insiden), Almarhum Pratu Johari Alfarizi saat bertugas terjatuh dari atas Tank Marder yang sedang diangkut (kendaraan) transporter (dengan) ketinggian sekitar 4 meter dan mengalami patah leher,” ungkap Fadjar.

Jenazah Pratu Johari Alfarizi telah diterbangkan ke kampung halamannya di Aceh Tenggara untuk dimakamkan secara militer. Selain itu, pihak TNI juga memberikan santunan kepada keluarganya.

”Santunan sudah diberikan dari panglima TNI, pangkostrad, dan komandan satuannya,” ucap Fadjar.

Sebelumnya, kabar duka juga datang dari Angkatan Laut. Praka (Mar) Zaenal Mutaqim dari Detasemen Intai Para Amfibi 1 Korps Marinir gugur setelah mengalami insiden saat Presidential Inspection di Perairan Teluk Jakarta pada Kamis (2/10). Ia meninggal dunia setelah beberapa hari dirawat di RSPAD Gatot Soebroto.

”TNI Angkatan Laut menyampaikan bahwa salah satu prajurit terbaik kami yaitu Praka (Mar) Zaenal Mutaqim, personel Detasemen Intai Para Amfibi 1 (Den Ipam 1) Korps Marinir telah gugur dalam tugas saat melaksanakan penerjunan Rubber Duck Operations (RDO) dalam rangkaian HUT Ke-80 TNI, yaitu Presidential Inspection,” jelas Tunggul.

Baca Juga: Kemenkes Terapkan Pemantauan Harian Kasus Keracunan MBG, Mirip Sistem COVID-19

Editor : Moch Vikry Romadhoni
#gugur #santunan #prajurit #tni