Bangil Hiburan Incip-Incip Internasional Kepribadian Madinah Van Java Mlaku-Mlaku Nasional Olahraga Pandaan

Geruduk KPK! Eks Jenderal Hingga Aktivis Nasional Desak Jokowi Diadili

Moch Vikry Romadhoni • Jumat, 3 Oktober 2025 | 00:35 WIB

 

Jenderal (Purn) TNI Fachrul Razi mendatangi aksi unjuk rasa di depan Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (2/10).
Jenderal (Purn) TNI Fachrul Razi mendatangi aksi unjuk rasa di depan Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (2/10).

Radar Pasuruan - Sejumlah aktivis nasional menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis (2/10).

Mereka menuntut agar Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) diadili karena diduga terlibat dalam berbagai kasus korupsi.

Berdasarkan pantauan JawaPos.com, dalam aksi tersebut hadir beberapa tokoh, di antaranya Said Didu, Irjen (Purn) Napoleon Bonaparte, Jenderal (Purn) TNI Fachrul Razi, serta Marwan Batubara.

Mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Said Didu, menyampaikan orasi dari atas mobil komando yang menghadap Gedung KPK.

Dalam pidatonya, ia menyoroti soal dinasti politik keluarga Jokowi, yang kini disebut-sebut ingin mendorong pasangan Prabowo-Gibran maju kembali di Pilpres 2029.

"Ini menurut saya keluarga ini sudah keterlaluan. Karena menganggap negara ini punya dia," kata Said Didu saat berorasi di depan Gedung Merah Putih KPK.

Ia menegaskan tidak menginginkan keluarga Jokowi terus-menerus berada di kursi pemerintahan, apalagi menduduki posisi kepala negara.

"Kami tidak rela Joko Widodo seakan-akan pemilik Indonesia. Karena kami tidak tahu sejarah keluarga itu," tegas Said Didu.

Lebih lanjut, Said Didu juga mengajak masyarakat untuk tidak hanya diam menyikapi kondisi tersebut. Ia menilai rakyat Indonesia sudah mengalami tekanan selama 10 tahun pemerintahan Jokowi.

"Jadi masa kita semua bukti masih diam," cetusnya.

Sementara itu, Irjen (Purn) Napoleon Bonaparte turut menyampaikan orasi dari atas mobil komando. Ia meminta agar KPK tidak tebang pilih dalam penanganan kasus-kasus korupsi.

"Tidak tebang pilih dalam menangani kasus-kasus korupsi yang Anda tangani. Anda dimonitor oleh seluruh rakyat dan bangsa Indonesia," tegasnya.

Sebagai mantan perwira tinggi Polri, Napoleon juga menyuarakan agar dilakukan reformasi di tubuh Polri serta mendesak pembubaran istilah parcok. Ia menyayangkan adanya stigma negatif tersebut.

"Saya pribadi sedih mendengar istilah parcok. Tidak rela mendengar istilah parcok. Saya yakin Anda juga tidak pernah rela disebut parcok. Karena di mata saya Anda semua adalah Polri. Bubarkan parcok, selamatkan Polri," imbuh Napoleon dengan nada menggebu-gebu.

Editor : Moch Vikry Romadhoni
#kpk #jokowi #Geruduk #aktivis