Radar Pasuruan - Influencer sekaligus CEO Malaka Project, Ferry Irwandi, akhirnya buka suara terkait polemik dugaan pencemaran nama baik dengan institusi TNI yang menyeret namanya.
Ia menegaskan bahwa persoalan tersebut sudah diselesaikan melalui komunikasi langsung bersama jajaran pimpinan TNI.
Menurut Ferry, dialog yang terjalin berlangsung kondusif hingga tercapai kesepakatan damai antara dirinya dengan pihak TNI.
Ia mengaku telah melakukan komunikasi secara intens dengan pimpinan militer tersebut.
"Jadi, saya sudah ada komunikasi dengan Pimpinan TNI, kita ada forkom (forum komunikasi) saling meminta maaf, media bilang gitu. Tapi kita sama-sama tidak membuka apa aja obrolan, karena yang dibahas itu banyak banget," ujar Ferry Irwandi dalam siniar Youtube Denny Sumargo, Minggu (21/9).
Ia menambahkan, inti komunikasi itu adalah komitmen untuk meredam polemik agar tidak semakin meluas di publik. Bahkan, Kapuspen TNI Brigjen Freddy Ardianzah dalam keterangan resminya menyebut pihaknya mengurungkan niat membawa kasus tersebut ke ranah hukum.
"Alasannya untuk menghindari adanya hoaks," kata Ferry menirukan penjelasan pihak TNI.
Ferry menyebut, dirinya bahkan sempat mendapat apresiasi dari salah satu jenderal TNI yang diajak berkomunikasi. Menurutnya, pihak militer memahami kondisi yang terjadi, sehingga langkah damai dianggap lebih bijaksana.
"Salah satu obrolan saya dengan jenderal TNI tersebut, kita nggak bisa tampilkan. Mengatakan bahwa pimpinan TNI mengapresiasi apa yang saya lakukan, mengatakan bahwa pimpinan TNI mengerti kondisinya dan meminta maaf dan terakhir mengatakan saya seharusnya tidak meladeni Ibu Ayu," ungkap Ferry.
Ia juga menyinggung salah satu penyebab memanasnya situasi antara dirinya dengan TNI, yakni banyaknya video hoaks yang tersebar di media sosial.
Hal inilah yang membuat hubungan keduanya sempat tegang sebelum akhirnya bisa diredam lewat komunikasi langsung.
"Ada pembahasan dengan TNI itu betapa banyak video hoaks itu tersebar, yang membuat saya dan TNI itu memanas, salah satunya adalah video yang mengatakan, bukan cuma saya. Kata orang TNI itu," imbuhnya.
Sebelumnya, polemik antara Ferry Irwandi dengan TNI mencuat setelah pihak TNI berniat melaporkannya ke polisi atas dugaan pencemaran nama baik institusi.
Namun rencana itu menuai kritik, mengingat putusan Mahkamah Konstitusi (MK) dalam UU ITE menegaskan bahwa kasus pencemaran nama baik tidak dapat dilaporkan oleh institusi.
Editor : Moch Vikry Romadhoni