Bangil Hiburan Incip-Incip Internasional Kepribadian Madinah Van Java Mlaku-Mlaku Nasional Olahraga Pandaan

Menkeu Purbaya Sebut Tuntutan 17 plus 8 Hanya Suara Segelintir Rakyat

Moch Vikry Romadhoni • Selasa, 9 September 2025 | 23:37 WIB
Menkeu Purbaya bicara tuntutan 17 plus 8 hanya suara sebagian kecil rakyat.
Menkeu Purbaya bicara tuntutan 17 plus 8 hanya suara sebagian kecil rakyat.

Radar Pasuruan  - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menilai bahwa isu tuntutan 17 plus 8 yang ramai belakangan ini hanya mencerminkan keresahan dari sebagian kecil masyarakat.

Menurutnya, pemerintah tidak akan terjebak pada tekanan tersebut, melainkan berfokus pada penguatan fundamental ekonomi agar keresahan publik bisa terjawab secara otomatis.

"Itu kan suara sebagian kecil rakyat kita kenapa mungkin sebagian ngerasa keganggu hidupnya masih kurang," ujar Purbaya kepada wartawan di Jakarta, Senin 8 September 2025.

Ia menegaskan, pertumbuhan ekonomi yang sehat adalah kunci meredam keresahan sosial.

Pria lulusan ITB ini juga menambahkan, target pertumbuhan ekonomi sebesar 6–7 persen sudah cukup untuk menciptakan lapangan kerja baru sehingga masyarakat lebih produktif.

"Saya ciptakan pertumbuhan ekonomi 6 persen 7 persen itu (tuntutan 7 plus 8) akan hilang dengan otomatis," katanya.

Dengan semakin banyaknya peluang kerja, Purbaya optimistis masyarakat akan lebih memilih meningkatkan kesejahteraan dibanding turun ke jalan melakukan aksi protes.

"Mereka akan sibuk cari kerja dan makan enak dibandingkan mendemo," imbuhnya.

Terkait target pertumbuhan 8 persen yang sering disorot, ia menegaskan pemerintah tidak terpaku pada angka.

Purbaya lebih mengutamakan strategi pertumbuhan yang realistis, cepat, dan optimal untuk menjawab kebutuhan rakyat.

"Bukan bakalan dikejar 8 persen, kita akan kejar ciptakan pertumbuhan yang paling cepat seoptimal mungkin," pungkasnya.

Dengan penegasan ini, pemerintah tetap menitikberatkan pada kebijakan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan yang diharapkan mampu meredam tuntutan sosial seperti 17 plus 8.

Baca Juga: Ratusan Mahasiswa Unpad Gelar “Piknik Nasional Rakyat” Desak Pemerintah Penuhi Tuntutan 17+8

Editor : Moch Vikry Romadhoni