Bangil Hiburan Incip-Incip Internasional Kepribadian Madinah Van Java Mlaku-Mlaku Nasional Olahraga Pandaan

ragedi Ojol Tewas di Demo, Netizen Serbu Polisi dengan Tagar #PolisiPembunuhRakyat

Moch Vikry Romadhoni • Jumat, 29 Agustus 2025 | 23:06 WIB

 

Mobil lapis baja milik Brimob diamuk massa usai menabrak seorang driver ojek online (ojol) hingga meninggal dunia di Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (28/8) malam.
Mobil lapis baja milik Brimob diamuk massa usai menabrak seorang driver ojek online (ojol) hingga meninggal dunia di Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (28/8) malam.

Radar Pasuruan - Gelombang kemarahan publik kian membesar setelah insiden tewasnya seorang pengemudi ojek online (ojol) saat demonstrasi di Jakarta, Kamis (28/8).

Tagar #PolisiPembunuhRakyat langsung menduduki posisi puncak trending topic di platform X (Twitter).

Hingga Jumat (29/8) siang, lebih dari 160 ribu impresi memenuhi lini masa dengan kritik dan kekecewaan terhadap institusi kepolisian.

Tragedi bermula ketika kendaraan lapis baja Brimob menabrak hingga melindas seorang driver ojol yang ikut menyuarakan aspirasi di sekitar Gedung DPR RI.

Polisi yang semestinya menjadi pelindung justru dipersepsikan menjadi ancaman nyata bagi rakyat sipil.

Insiden itu menyulut kemarahan dan mengubah jalannya aksi: dari semula demonstrasi damai menuntut DPR lebih responsif terhadap rakyat, kini bergeser menjadi konfrontasi langsung antara masyarakat dan aparat.

Kematian pengemudi ojol tersebut menjadi titik puncak. Massa sipil dan komunitas ojek online memilih tetap bertahan di jalanan, menuntut akuntabilitas dan reformasi total di tubuh Polri.

Nama Kapolri Jenderal Listyo Sigit ikut terseret dalam pusaran kritik. Banyak pihak menilai kepemimpinannya gagal mengembalikan citra Polri yang makin terpuruk akibat serangkaian kasus kekerasan aparat.

Di media sosial, kekecewaan netizen tumpah ruah. “Rakyat ditabrak pakai mobil yang dibeli dari uang rakyat. Untuk siapa sebenarnya polisi bekerja?” tulis seorang pengguna X.

Akun lain menambahkan, “Bukan lagi pengayom, polisi kini jadi momok. #PolisiPembunuhRakyat bukan sekadar tagar, tapi kenyataan.”

Tagar ini pun menjadi simbol krisis kepercayaan terhadap Polri. Desakan akan transparansi dan keadilan semakin lantang, sementara tuntutan agar aparat terlibat dihukum seberat-beratnya terus bergema.

Kini, pertanyaan besar muncul: apakah tragedi ini akan memicu lahirnya reformasi kepolisian, atau justru semakin memperlebar jurang antara rakyat dan aparat?

Editor : Moch Vikry Romadhoni
#demo #PolisiPembunuhRakyat #netizen #ojol