Radar Pasuruan - Pencopotan Ahmad Sahroni dari kursi Wakil Ketua Komisi III DPR RI rupanya tidak cukup meredakan amarah masyarakat.
Justru, gelombang kritik di media sosial semakin deras dengan banyak netizen mendesak agar politisi NasDem itu sekaligus dipecat dari keanggotaan DPR maupun partai.
Sejumlah pernyataan Sahroni terkait aksi demonstrasi menolak tunjangan mewah DPR dinilai telah menyakiti hati publik, sehingga memicu unjuk rasa dalam beberapa hari terakhir.
“Copot sekalian itu Sahroni, jangan cuma dimutasi!” tulis akun X @Laxaabilly.
Suara senada juga datang dari akun @La85289L yang menyinggung langsung Ketua Umum NasDem, Surya Paloh.
“Yang terhormat Pak Surya Palo, tolong tarik Sahroni dari DPR sebelum massa yang turunkan di jalanan,” cuitnya.
Bahkan, sejumlah netizen menyerukan boikot partai jika NasDem tetap mempertahankan Sahroni.
“Pokoknya kalau Sahroni nggak dipecat dari NasDem, JANGAN PILIH NASDEM!!!” tegas akun @TheReal_ABCDOel.
Gelombang tuntutan ini mencuat usai pernyataan Ahmad Sahroni yang menyebut pihak-pihak ingin membubarkan DPR sebagai “orang paling tolol sedunia” viral di publik.
Menanggapi hal tersebut, Fraksi NasDem mengeluarkan surat bernomor 758/DPR-RI/VIII/2025 yang berisi pencopotan dirinya dari posisi Wakil Ketua Komisi III DPR.
Keputusan itu diambil dalam rapat internal Fraksi pada Jumat (29/8).
Dalam surat yang ditandatangani Ketua Fraksi NasDem, Viktor Bungtilu Laiskodat, Sahroni dipindahkan ke Komisi I DPR RI sebagai anggota biasa.
Sementara kursi Wakil Ketua Komisi III yang ditinggalkannya diisi oleh Rusdi Masse Mappasessu.
Surat tersebut juga ditembuskan kepada pimpinan DPR, pimpinan Komisi I, III, dan IV, hingga Sekretariat Jenderal DPR RI.
Editor : Moch Vikry Romadhoni