Radar Pasuruan - Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan menyampaikan pidato kenegaraan dalam rangka HUT ke-80 RI sekaligus memaparkan Rancangan Undang-Undang (RUU) APBN 2025, termasuk nota keuangan dan dokumen pendukungnya.
Dalam pidato kenegaraan sebelumnya, ada momen yang selalu dinanti, yaitu pengumuman kenaikan gaji Pegawai Negeri Sipil (PNS) pada tahun berikutnya.
Melihat pengalaman tersebut, muncul pertanyaan publik: apakah gaji PNS akan naik pada tahun 2026 mendatang?
Menanggapi hal ini, Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan (Presidential Communication Office/PCO) Hasan Nasbi menyatakan tidak dapat membocorkan kebijakan pemerintah tahun 2026 yang akan disampaikan Presiden Prabowo.
Ia meminta masyarakat menunggu isi pidato Presiden Prabowo pada Jumat (15/8). Menurut Hasan, pidato tersebut akan memperlihatkan secara jelas postur APBN 2026.
"Kita harus belajar disiplin menunggu sesuatu itu sampai waktunya. Jadi, mungkin kita tidak biasakan bocoran A1 A2 atau A3 kepada teman-teman. Yang jelas kita tunggu besok pidato presiden," kata Hasan Nasbi dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (14/8).
"Dalam nota keuangan tentu kita bisa melihat besok dengan cukup terang postur APBN kita," lanjutnya.
Selain membahas postur APBN, dalam pidato kenegaraan besok Prabowo juga akan memaparkan program-program prioritas pemerintahannya sepanjang tahun 2026.
"Dan apa-apa saja program prioritas yang akan disampaikan Presiden. Mohon maaf, tidak bisa dibocorkan," pungkasnya.
Prabowo Sudah Naikkan Gaji Guru
Sebagai informasi, Presiden Prabowo terakhir kali mengumumkan kenaikan gaji guru ASN dan honorer untuk tahun 2025.
Keputusan tersebut disampaikan tak lama setelah dirinya dilantik, tepatnya saat menghadiri Puncak Hari Guru Nasional di Velodrome, Jakarta, Kamis (28/11/2024).
"Hari ini saya agak tenang berdiri di hadapan para guru. Karena saya bisa menyampaikan bahwa kita, walaupun baru berkuasa satu bulan, kami sudah bisa mengumumkan bahwa kesejahteraan guru bisa kita tingkatkan," kata Prabowo. "Karena itu saya mengerti kenapa tepuk tangan untuk menteri keuangan yang paling keras," sambungnya.
Dalam pidatonya, Prabowo menegaskan gaji guru ASN naik sebesar satu kali gaji pokok dan tunjangan Rp 2 juta untuk guru non-ASN yang memiliki sertifikasi atau pendidikan profesi guru (PPG).
"Kita telah meningkatkan anggaran kesejahteraan guru ASN yang berstatus PNS, PPPK, serta guru-guru non-ASN. Guru ASN dapat tambahan kesejahteraan sebesar 1 kali gaji pokok," jelas Prabowo.
"Guru-guru Non-ASN nilai tunjangan profesinya ditingkatkan menjadi Rp 2 juta per bulan," imbuh Ketua Umum DPP Partai Gerindra itu.
Prabowo memastikan kebijakan ini selaras dengan kenaikan anggaran kesejahteraan yang naik sekitar Rp 16,7 triliun, menjadi Rp 81,6 triliun pada tahun 2025.
Baca Juga: Gaji Komisioner Baznas Tembus Rp 31 Juta, Kemenag Buka Seleksi Periode 2025–2030
Editor : Moch Vikry Romadhoni