Radar Pasuruan - Kabar duka datang dari keluarga besar Kementerian Agama (Kemenag) pada Rabu pagi (31/7). Suryadharma Ali, Menteri Agama periode 2009–2014 di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), meninggal dunia pada usia 68 tahun.
Pria yang kerap disapa SDA itu mengembuskan napas terakhir di RS Mayapada, Kuningan, Jakarta.
Menteri Agama Nasaruddin Umar turut menyampaikan belasungkawa atas wafatnya SDA. Nasaruddin sebelumnya pernah bekerja langsung di bawah kepemimpinan SDA saat menjabat sebagai Wakil Menteri Agama pada 2011–2014.
Ia mengungkapkan duka mendalam atas nama pribadi dan seluruh keluarga besar Kemenag.
Imam Besar Masjid Istiqlal itu mengenang sosok SDA sebagai pribadi yang berkontribusi besar dalam memperkuat tata kelola keagamaan nasional.
Menurutnya, selama masa jabatan sebagai Menag, SDA aktif membangun kelembagaan keagamaan, memperluas layanan pendidikan di madrasah dan pesantren, serta menjalankan reformasi birokrasi di Kemenag.
“Beliau juga berperan penting dalam modernisasi penyelenggaraan ibadah haji, termasuk digitalisasi layanan haji yang menjadi fondasi bagi transformasi haji di masa kini," katanya.
Menurut Nasaruddin, SDA juga berperan membangun dialog antarumat beragama. Upaya itu dilakukan SDA sebagai bagian dari upaya menjaga kerukunan nasional.
Sejumlah tokoh nasional turut hadir ke rumah duka di kawasan Jakarta Timur. Salah satunya mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK).
"Saya turut berdukacita atas kepergian almarhum," ucap JK saat menyampaikan sambutan di rumah duka.
Dalam kesempatan itu, JK mengungkapkan bahwa dirinya cukup dekat dengan SDA karena pernah bersama di pemerintahan. Saat JK menjabat sebagai Wapres, SDA adalah salah satu menteri di kabinet.
"Kami pernah sama-sama menteri. Beliau adalah sosok yang baik dalam hidupnya," ujar JK. Ia juga menyebut bahwa SDA, yang juga mantan Ketua Umum PPP, telah mengabdikan dirinya untuk bangsa, negara, dan masyarakat Indonesia.
Awalnya, jenazah SDA direncanakan akan dimakamkan di kompleks Pesantren Miftahul Ulum, Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi.
Namun, muncul informasi dari Sekretariat Negara bahwa SDA layak dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata karena pernah menerima Bintang Mahaputera Adipradana pada 2013.
Meski begitu, keluarga besar almarhum akhirnya memilih lokasi pemakaman di pesantren, dengan harapan mendapatkan keberkahan dari doa para santri yang tak pernah terputus.
Editor : Moch Vikry Romadhoni