Bangil Hiburan Incip-Incip Internasional Kepribadian Madinah Van Java Mlaku-Mlaku Nasional Olahraga Pandaan

Ramai di Medsos, “Gerhana 2 Agustus 2025” Ternyata Salah Kaprah

Moch Vikry Romadhoni • Kamis, 24 Juli 2025 | 03:47 WIB

 

Ilustrasi: Gerhana Matahari.
Ilustrasi: Gerhana Matahari.

Radar Pasuruan - Belakangan ini, dunia maya ramai membicarakan topik “solar eclipse of August 2” atau gerhana matahari 2 Agustus. Banyak yang menyangka bahwa peristiwa tersebut akan terjadi pada Agustus 2025.

Namun, anggapan itu tidak tepat. Faktanya, tidak akan ada gerhana matahari yang berlangsung pada tanggal 2 Agustus tahun ini.

Peristiwa yang dimaksud sebenarnya merujuk pada gerhana matahari total yang diprediksi terjadi pada 2 Agustus 2027, dua tahun lagi dari sekarang.

Gerhana matahari total tersebut diperkirakan menjadi salah satu yang paling spektakuler di abad ke-21.

Berdasarkan data dari NASA dan berbagai lembaga observasi internasional, durasi totalitasnya bisa mencapai lebih dari enam menit.

Fenomena langka itu akan melintasi beberapa negara seperti Maroko, Aljazair, Libya, Mesir, Arab Saudi, dan sejumlah wilayah lain di Afrika Utara dan Timur Tengah.

Karena keunikannya, wajar jika sejak dini para pemburu gerhana dari seluruh penjuru dunia sudah menantikan momen tersebut.

Namun, penting diketahui bahwa gerhana ini tidak akan terjadi pada 2025 dan tidak akan tampak dari wilayah Indonesia.

Bagaimana dengan tahun ini? Memang ada dua gerhana matahari yang tercatat akan terjadi pada 2025, tetapi keduanya merupakan gerhana sebagian, bukan total, dan tidak terjadi pada tanggal 2 Agustus.

Gerhana pertama telah terjadi pada 29 Maret 2025 dan hanya terlihat sebagian dari wilayah Eropa, Asia, Afrika, serta Amerika Utara.

Sedangkan gerhana kedua dijadwalkan berlangsung pada 21 September 2025, dengan visibilitas dari Australia, Selandia Baru, dan sebagian Antartika.

Sayangnya, Indonesia tidak termasuk dalam wilayah yang bisa menyaksikan kedua gerhana tersebut, sehingga masyarakat di Tanah Air tidak akan dapat melihatnya secara langsung.

Karena banyaknya informasi keliru yang viral, masyarakat disarankan untuk berhati-hati dan selalu mengandalkan sumber resmi seperti NASA, LAPAN/BRIN, atau lembaga astronomi terpercaya lainnya.

Minat tinggi terhadap fenomena langit seperti gerhana memang patut diapresiasi. Namun, penting untuk memastikan kebenaran informasi agar tidak tersesat oleh kabar yang menyesatkan.

Editor : Moch Vikry Romadhoni
#agustus #gerhana