Bangil Hiburan Incip-Incip Internasional Kepribadian Madinah Van Java Mlaku-Mlaku Nasional Olahraga Pandaan

Tiap Jam 3 Orang Tewas karena Kecelakaan Motor, Indonesia Terancam Gagal Raih Bonus Demografi

Moch Vikry Romadhoni • Rabu, 23 Juli 2025 | 01:55 WIB
Ilustrasi kecelakaan motor. (Istimewa)
Ilustrasi kecelakaan motor. (Istimewa)

Radar Pasuruan - Angka kecelakaan lalu lintas yang melibatkan pengendara sepeda motor tercatat sangat tinggi.

Maka dari itu, perlu dilakukan upaya serius untuk menekan jumlah korban agar tidak terus meningkat.

Pijar Foundation bersama Kementerian Perhubungan RI, Lembaga Administrasi Negara (LAN), serta Kemenhub menggelar program Road Safety Fellowship 2025: Mewujudkan Indonesia Emas 2045 melalui Sistem Keselamatan Roda Dua yang Inovatif dan Adaptif.

Program ini bertujuan menyusun regulasi keselamatan berkendara yang efektif.

Menurut data dari Kemenhub dan Korlantas Polri, dalam lima tahun terakhir terjadi lonjakan lebih dari 50 persen kecelakaan kendaraan roda dua.

Pada tahun 2024 saja, tercatat lebih dari 150.000 kasus kecelakaan, dengan jumlah korban meninggal mencapai 26.893 jiwa.

Mirisnya, sebagian besar korban merupakan kelompok usia produktif, terutama usia 15 hingga 24 tahun. Jika situasi ini dibiarkan, Indonesia bisa kehilangan momentum bonus demografi menjelang 2045.

“Inovasi teknologi kendaraan saat ini berkembang pesat, membawa banyak manfaat seperti efisiensi bahan bakar, kenyamanan, pengurangan emisi, dan sistem pengereman yang mendukung keselamatan,” ujar Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub RI Aan Suhanan pada Selasa (22/7).

Aan menyebut pentingnya kerja sama antar pemangku kepentingan, termasuk adaptasi teknologi demi mendorong kebijakan keselamatan yang progresif dan sesuai perkembangan zaman.

“Peluang dan tantangan harmonisasi kebijakan keselamatan kendaraan roda dua berbasis teknologi perlu dibahas bersama. Hasilnya bisa jadi dasar bagi pemerintah merumuskan kebijakan yang adaptif, sehingga kecelakaan bisa ditekan lewat teknologi yang digunakan dengan bijak,” lanjutnya.

Senada, Kepala LAN Muhammad Taufiq menekankan pentingnya membangun kapasitas serta konsensus kebijakan untuk mewujudkan sistem keselamatan kendaraan roda dua yang lebih kuat.

Ia menegaskan bahwa target Indonesia Emas 2045 akan sulit dicapai jika generasi produktif justru menjadi korban kecelakaan.

“Bonus demografi akan sia-sia jika kaum muda meninggal di jalan. Kecelakaan motor tak bisa lagi dianggap hal biasa. Tanpa regulasi ketat dan sistem keselamatan yang memadai, ini jadi ancaman serius bagi masa depan bangsa,” katanya.

Sebagai penyelenggara, Pijar Foundation menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor yang didasarkan pada riset dan data demi menciptakan kebijakan keselamatan jalan yang progresif.

“Data mencatat ada tiga nyawa melayang setiap jam akibat kecelakaan lalu lintas. Ini bukan sekadar statistik, melainkan alarm bahwa tanpa kebijakan yang kuat, Indonesia bisa kehilangan aset terbesarnya untuk mencapai Indonesia Emas 2045,” tegas Executive Director Pijar Foundation, Cazadira F. Tamzil.

Editor : Moch Vikry Romadhoni
#lalu lintas #kecelakaan #tewas #demografi