Radar Pasuruan - Baskara Putra atau yang dikenal sebagai Hindia, batal tampil dalam festival Ruang Bermusik yang dijadwalkan digelar di Lanud Wiriadinata, Tasikmalaya, Jawa Barat pada 19–20 Juli 2025.
Penolakan terhadap kehadiran Hindia muncul dari sejumlah tokoh agama setempat.
Mereka menilai lagu-lagu, konsep, serta aksi panggung Hindia sarat dengan unsur negatif, bahkan dianggap mengandung satanisme atau penyembahan setan.
Lagu "Matahari Tenggelam" menjadi salah satu karya Hindia yang mendapat sorotan.
Liriknya dinilai sebagian kalangan seperti mendoakan orang masuk ke dalam neraka, sehingga dipandang sebagai hal yang menyimpang.
Selain itu, penampilan panggung Hindia juga dinilai mengandung simbol-simbol yang dianggap berhubungan dengan satanisme dan kelompok rahasia seperti freemason, sehingga memicu keresahan di kalangan masyarakat.
Menanggapi tuduhan tersebut, Baskara Putra memberikan bantahan.
Ia menyatakan bahwa segala hal yang ia tampilkan di panggung hanyalah bentuk karya seni yang ditujukan untuk para penggemarnya.
“Menurut gue, itu sama aja kayak aktor main film horor lalu dibilang penyembah setan.
Padahal itu cuma peran,” ujar Baskara dalam sebuah video di kanal YouTube milik Kemal Palevi.
Baskara menjelaskan bahwa setiap pertunjukan yang ia tampilkan memiliki alur dan cerita.
Ia menyebut bahwa panggungnya adalah bentuk dari naskah pertunjukan yang disusun dengan konsep dan storyline, bukan sekadar konser biasa.
Ia juga menyadari bahwa sejak awal konsep yang ia usung memang berisiko menuai kontroversi, terutama di masyarakat yang belum terbiasa dengan perpaduan antara seni pertunjukan dan musik seperti itu.
Namun demikian, ia tak menyangka bahwa tudingan tersebut akan berkembang sejauh ini hingga dirinya dianggap benar-benar terlibat dengan satanisme di luar konteks kesenian yang ia sajikan.
Editor : Moch Vikry Romadhoni