Bangil Hiburan Incip-Incip Internasional Kepribadian Madinah Van Java Mlaku-Mlaku Nasional Olahraga Pandaan

Klaim Budaya Pecah! Malaysia Hingga Vietnam Sebut Pacu Jalur Milik Mereka

Moch Vikry Romadhoni • Sabtu, 5 Juli 2025 | 03:12 WIB

 

Seorang bocah tengah menari di lomba Pacu Jalur. Momen ini sempat viral di media sosial hingga mancanegara.
Seorang bocah tengah menari di lomba Pacu Jalur. Momen ini sempat viral di media sosial hingga mancanegara.

Radar Pasuruan - Tradisi Pacu Jalur, kebanggaan masyarakat Riau, kini mendadak viral di media sosial global setelah sejumlah pesepak bola dunia dan klub elite PSG memposting cuplikan lomba perahu tersebut.

Namun sayangnya, ketenaran ini diiringi kontroversi: sejumlah negara tetangga mulai mengklaim Pacu Jalur sebagai bagian dari budaya mereka.

Warganet dari Malaysia, Thailand, Vietnam, dan Filipina memancing kemarahan publik Indonesia setelah muncul komentar-komentar seperti "This is from Manila", “Thai cultural pride”, hingga “Vietnamese traditional boat race”.

Narasi ini menyulut perdebatan panas antarwarganet lintas negara, terutama karena Pacu Jalur jelas merupakan tradisi asli dari Kuantan Singingi, Riau.

Pacu Jalur sendiri merupakan budaya yang sudah berlangsung sejak abad ke-17.

Awalnya, perahu panjang bernama jalur digunakan untuk mengangkut hasil bumi, sebelum akhirnya berubah fungsi menjadi tradisi lomba perahu rakyat yang penuh hiasan budaya.

Jalur kini dipenuhi ornamen seperti kepala naga, buaya, harimau, lengkap dengan tarian anak-anak dan payung adat, yang viral di TikTok dengan istilah Aura Farming.

Di tengah gegap gempita dunia maya, netizen Indonesia tak tinggal diam.

Mereka membanjiri kolom komentar dengan bukti sejarah dan semangat membela identitas bangsa.

Seorang tokoh adat dari Kuansing bahkan angkat bicara, menegaskan bahwa budaya ini adalah warisan leluhur yang tak bisa diaku-aku.

Kini, banyak yang mendesak agar pemerintah Indonesia segera mendaftarkan Pacu Jalur sebagai warisan budaya takbenda UNESCO, agar tidak kecolongan seperti kasus budaya lainnya di masa lalu.

Satu hal jelas: bagi masyarakat Riau dan Indonesia, Pacu Jalur bukan sekadar festival. Ini adalah nyawa kebudayaan yang kini diperjuangkan, bukan hanya di sungai, tapi juga di jagat digital dunia.

Editor : Moch Vikry Romadhoni
#malaysia #klaim #budaya #vietnam