Pernah nggak kamu bertanya, “Kenapa ya, orang baik justru sering disakiti?” Padahal mereka nggak pernah niat buruk, selalu peduli, dan rela berkorban. Jawabannya bisa jadi ada pada tipe kepribadian yang mereka miliki.
Berikut beberapa tipe kepribadian yang cenderung terlalu baik, hingga rentan dimanfaatkan atau dilukai:
1. The People Pleaser
- Selalu ingin menyenangkan semua orang.
- Sulit berkata “tidak” meski sedang tidak sanggup.
- Akhirnya sering dimanfaatkan karena takut menolak.
2. The Empath
- Punya empati tinggi, bisa merasakan emosi orang lain.
- Cenderung memprioritaskan perasaan orang lain dibanding dirinya sendiri.
- Sering merasa bersalah jika tidak bisa membantu.
3. The Peacemaker (Tipe 9 dalam Enneagram)
- Selalu berusaha menjaga perdamaian dan menghindari konflik.
- Rela mengalah demi harmoni, meskipun hatinya terluka.
- Orang lain kadang tak sadar sudah melewati batas.
4. The Giver (Tipe 2 dalam Enneagram)
- Senang membantu, penuh cinta, dan perhatian.
- Sering merasa dihargai saat bisa menolong orang.
- Namun, saat tak mendapat balasan, bisa merasa sangat kecewa.
5. The Idealist (INFJ/INFP dalam MBTI)
- Percaya bahwa semua orang punya sisi baik.
- Terlalu percaya hingga sering dibohongi atau disakiti.
- Sering memendam luka dalam diam.
Bukan berarti jadi orang baik itu salah. Tapi tanpa batas yang jelas, kebaikan bisa jadi bumerang.
Ketulusan yang tak dijaga dengan batasan seringkali disalahartikan sebagai kelemahan.
Agar tak terus-menerus disakiti:
✅ Belajarlah berkata “tidak” tanpa merasa bersalah.
✅ Tetapkan batasan yang sehat dalam hubungan.
✅ Ingat, kamu juga pantas diprioritaskan dan dihargai.
Menjadi orang baik itu mulia, tapi jadi orang baik yang tahu kapan harus tegas, jauh lebih kuat.
Editor : Moch Vikry Romadhoni