Ia menyatakan keberatan atas keputusan masjid yang hanya dibuka saat waktu sholat, sementara di luar waktu itu digembok.
Video tersebut salah satunya dibagikan oleh akun Instagram Lambe Turah. Dalam video itu terlihat pagar masjid dikunci rantai dan tertempel tulisan "dibuka saat sholat 5 waktu".
Rekaman suara perekam yang merupakan salah satu pengurus terdengar menyatakan dirinya mundur dari jabatan sebagai marbot dan pengurus masjid.
Ia menyebut keputusan penguncian itu membuat masjid kehilangan fungsinya sebagai tempat berkumpul, terutama bagi remaja.
Ia menyayangkan keputusan tersebut karena akan mempersulit para remaja datang ke masjid.
Padahal sebelumnya, pengurus sempat menanyakan bagaimana cara agar remaja aktif di lingkungan masjid.
Lebih lanjut, ia menyebutkan bahwa meskipun anak-anak datang untuk bermain, mereka tetap menjaga adab selama waktu sholat.
Setelah ibadah selesai barulah mereka bercengkerama.
Menurutnya, anak-anak tersebut justru mulai mengenal nilai ibadah dari rutinitas mereka di masjid.
Menutup akses bagi mereka, menurutnya, justru menjauhkan generasi muda dari tempat ibadah.
Video tersebut pun menuai respons tajam dari netizen.
Banyak yang menyayangkan keputusan tersebut dan menilai bahwa masjid adalah rumah Allah, bukan milik individu atau kelompok tertentu.
Beberapa komentar menyentil keras pengurus masjid yang mengunci pagar.
Mereka menyoroti inkonsistensi: saat pembangunan masjid meminta sumbangan umat, tapi ketika selesai malah tertutup bagi umat.
Editor : Moch Vikry Romadhoni