Menurut Utut, pembahasan ini sangat penting guna memahami sikap resmi pemerintah, terutama dalam mendorong agar Amerika Serikat tidak terlibat terlalu jauh dalam konflik tersebut.
"Pak Menlu mau kita undang segera ke DPR RI," ujar Utut di Gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta Pusat, Senin (23/6).
Ia menegaskan bahwa penjelasan dari Menlu Sugiono akan mencerminkan sikap resmi pemerintah Indonesia.
Utut mengaku dirinya tidak bisa menyampaikan pandangan pribadi karena menyadari betapa sensitifnya posisi Indonesia dalam konflik geopolitik Timur Tengah.
"Kalau orang kayak saya ngomong kan orang pribadi. Tapi kalau Menlu kan state dia. Dia juga, Pak Prabowo ngambil garis dimana," tambahnya.
Lebih jauh, Utut menyatakan bahwa Indonesia memegang peran strategis dalam situasi ini. Ia menilai bahwa mengambil sikap berpihak justru akan menimbulkan risiko diplomatik yang tidak sederhana.
"Kita memihak kemanapun serba salah. Yang paling penting kita utamakan kan kepentingan nasional kita," pungkas mantan pecatur nasional tersebut.
Editor : Moch Vikry Romadhoni