Anggota Komisi I DPR RI, Junico Siahaan, mendorong pemerintah untuk segera mengambil langkah strategis.
Sebab, evakuasi lewat jalur udara kini makin sulit dilakukan menyusul kondisi penerbangan sipil yang tidak kondusif akibat eskalasi konflik Iran-Israel.
Nico Siahaan meminta pemerintah segera mempercepat proses evakuasi terhadap ratusan WNI tersebut, mengingat Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Teheran telah menetapkan status siaga 1 menyusul meningkatnya ketegangan di kawasan.
“Situasi konflik di kawasan tersebut tentu sangat memprihatinkan bagi kita semua. Kita minta evakuasi WNI di Iran segera dipercepat,” ujar politisi yang akrab disapa Nico itu kepada awak media, Jumat (20/6).
Ia juga mengingatkan agar KBRI terus melakukan pemantauan terhadap seluruh WNI yang masih berada di wilayah konflik. Selain itu, pemerintah diminta untuk terus memantau kondisi WNI di Israel.
“Fasilitasi semua kebutuhan mereka, termasuk penyediaan makanan dan akomodasi. Berikan pengamanan di area-area perlintasan, pastikan keselamatan WNI kita,” tegasnya.
Nico turut mengimbau seluruh WNI di Iran untuk tetap waspada, menjaga keamanan, dan mengikuti seluruh arahan dari KBRI guna kelancaran proses evakuasi.
“WNI harus tetap tenang, siapkan dokumen penting, ikuti instruksi KBRI, dan selalu terhubung agar proses evakuasi berjalan lancar,” pesannya.
Sebagaimana diketahui, Menteri Luar Negeri Sugiono menetapkan status siaga 1 di KBRI Teheran. Hal itu menyusul meningkatnya intensitas serangan dalam konflik antara Iran dan Israel.
Sugiono menyebut ada sekitar 380 WNI yang berada di Iran, khususnya di Teheran. Ia juga telah memerintahkan KBRI untuk melakukan asesmen menyeluruh mengenai kemungkinan evakuasi sebagai bagian dari rencana darurat menghadapi kondisi krisis.
Kementerian Luar Negeri juga telah berkomunikasi dengan negara-negara tetangga Iran untuk memohon kemudahan akses lintas batas apabila proses evakuasi harus segera dilaksanakan.
Editor : Moch Vikry Romadhoni