Mutiara merupakan penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) untuk program Master of Education in Education Policy and Analysis di kampus ternama Amerika Serikat tersebut.
Direktur Utama LPDP, Andin Hadiyanto, menyatakan bahwa pihaknya memberikan tiga opsi solusi kepada Mutiara dan awardee lainnya yang terdampak kebijakan imigrasi Amerika Serikat.
“Ada opsi cuti satu tahun, pindah kampus ke negara lain, atau mengikuti perkuliahan secara daring jika memungkinkan,” ujarnya, Senin (17/6).
Andin menambahkan, proses visa saat ini memang terkendala kebijakan imigrasi dan belum dapat dipastikan kapan visa pelajar dari AS akan kembali diterbitkan. Namun LPDP berkomitmen untuk mendampingi setiap awardee dalam situasi yang dinamis ini.
LPDP juga memastikan bahwa beasiswa diberikan berdasarkan kualifikasi dan kompetensi akademik, bukan semata latar belakang ekonomi.
“Kami melihat dari merit, bukan status sosial. Banyak juga anak ASN, TNI, atau tokoh publik yang lolos seleksi ketat dan independen,” imbuhnya.
Diketahui, Mutiara telah mendapatkan LoA (Letter of Acceptance) dari Harvard University dan dijadwalkan memulai kuliah pada tahun ajaran 2025 ini.
Namun, status visanya masih menunggu persetujuan resmi dari otoritas imigrasi Amerika Serikat.
Editor : Moch Vikry Romadhoni