Bangil Hiburan Incip-Incip Internasional Kepribadian Madinah Van Java Mlaku-Mlaku Nasional Olahraga Pandaan

Ini Sosok Shuniyya Ruhama, Waria yang Ceramahnya Jadi Sorotan

Moch Vikry Romadhoni • Sabtu, 7 Juni 2025 | 02:47 WIB

 

Penceramah waria viral di medsos dan banyak mendapat penolakan dari netizen.
Penceramah waria viral di medsos dan banyak mendapat penolakan dari netizen.
Radar pasuruan - Belakangan ini media sosial dihebohkan dengan beredarnya video seorang penceramah yang merupakan waria. Sosok tersebut diketahui memiliki nama Shuniyya Ruhama.

Dalam sejumlah video yang tersebar luas, tampak dirinya mengenakan pakaian serba putih lengkap dengan jilbab, dan menyampaikan ceramah mengenai cara menghadapi suami saat sedang kesal.

Setelah ditelusuri, nama Shuniyya Ruhama ternyata bukan nama aslinya. Ia bernama Eko Purnomo, seorang waria yang dikenal aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan dakwah keagamaan.

Ia bahkan sempat tampil sebagai pembicara dalam sebuah acara keagamaan yang digelar oleh komunitas Nahdlatul Ulama (NU), yang kemudian menuai berbagai tanggapan dari warganet di media sosial.

Kemunculan video ceramah waria tersebut membuatnya viral. Banyak netizen mengaku terkejut, sebagian lainnya khawatir hal ini dapat menjadi contoh yang salah bagi masyarakat.

Pasalnya, Indonesia dikenal sebagai negara yang memiliki sikap tegas terhadap isu LGBT.

Kemunculan Eko Purnomo atau Shuniyya Ruhama yang kerap tampil berceramah, dinilai bisa menimbulkan kesan bahwa masyarakat mulai permisif terhadap kelompok ini.

"Tak ada tempat bagi agama Islam untuk menerima LGBTQ+ Haram titik," tulis seorang pengguna X dengan nama akun @Prihyudo1.

Pernyataan serupa juga dilontarkan netizen lain. Meskipun isi ceramahnya dinilai baik, banyak yang menganggap bahwa cara penyampaiannya tetap keliru karena bertentangan dengan ajaran agama.

"Kalau islamnya benar pasti ga akan jadi trans gender," tulis akun @margiendah8 menanggapi video tersebut.

Tak sedikit warganet yang merasa bingung. Mereka mempertanyakan bagaimana mungkin seorang transgender bisa diundang berceramah agama, padahal dalam ajaran Islam sendiri tindakan tersebut dianggap menyimpang.

"Memalsukan gender termasuk keharaman," komentar akun X @Cahyono_100.

Editor : Moch Vikry Romadhoni