Bangil Hiburan Incip-Incip Internasional Kepribadian Madinah Van Java Mlaku-Mlaku Nasional Olahraga Pandaan

Wow! Trump Sebut Putin Gila dan Prediksi Rusia Akan Hancur Gara-Gara Ukraina

Moch Vikry Romadhoni • Selasa, 27 Mei 2025 | 03:23 WIB

 

Potret Donald Trump dan Vładimir Putin (AP)
Potret Donald Trump dan Vładimir Putin (AP)
Radar Pasuruan - Mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, melontarkan pernyataan tajam terhadap Presiden Rusia, Vladimir Putin.

Ia menyebut Putin sudah tidak waras akibat serangan mematikan yang dilancarkan ke kota-kota di Ukraina.

Trump pun memperingatkan bahwa ambisi menguasai seluruh Ukraina bisa menjadi awal dari kehancuran Rusia.

Komentar keras itu disampaikan Trump lewat platform Truth Social pada Minggu (25/5), sehari setelah serangan drone Rusia menewaskan sedikitnya 13 warga sipil Ukraina.

Serangan tersebut tetap dilancarkan meskipun dunia internasional telah mengecamnya.

“Saya dulunya punya hubungan baik dengan Vladimir Putin, tapi sekarang dia benar-benar gila!” tulis Trump seperti dikutip dari AFP, Senin (26/5).

Trump meyakini bahwa Putin tak hanya mengincar sebagian wilayah, tetapi seluruh Ukraina. Ia menegaskan bahwa bila Putin terus memaksakan kehendaknya, maka Rusia akan menanggung akibat fatal.

“Dia ingin semuanya. Kalau terus begitu, Rusia akan jatuh,” tegasnya.

Nada bicara Trump kali ini jauh lebih keras dibandingkan sebelumnya. Sebelumnya, ia dikenal enggan mengkritik Putin secara terang-terangan.

Bahkan saat dimintai komentar di landasan pacu Morristown, Trump hanya menyebut dirinya tak senang atas langkah terbaru yang diambil Putin.

“Dia telah membunuh banyak orang. Saya tidak tahu apa yang terjadi dengannya,” ucap Trump, menunjukkan keheranannya atas tindakan brutal Putin.

Namun tak hanya Putin yang menjadi sasaran kritik.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky juga tak luput dari sindiran Trump.

Ia menilai Zelensky sering menimbulkan persoalan dan menyarankan agar lebih bijak dalam menyampaikan pernyataan.

Pernyataan Trump muncul di tengah tekanan dari Eropa dan sebagian anggota Partai Republik untuk menekan Rusia secara diplomatik dan ekonomi.

Meski demikian, Trump tak mau mengeluarkan ultimatum dan hanya membuka kemungkinan menjatuhkan sanksi tambahan terhadap Moskow.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menilai sanksi justru bisa menghambat proses diplomasi yang sedang diupayakan.

Editor : Moch Vikry Romadhoni
#amerika serikat #putin #trump #rusia