Bangil Hiburan Incip-Incip Internasional Kepribadian Madinah Van Java Mlaku-Mlaku Nasional Olahraga Pandaan

Mayoritas Negara Eropa Geram! Desak Israel Segera Izinkan Bantuan Kemanusiaan ke Gaza

Moch Vikry Romadhoni • Kamis, 22 Mei 2025 | 03:33 WIB

 

Potret warga gaza yang berada di antara puing-puing setelah Israel menghancurkan Gaza selama perangnya terhadap Palestina.
Potret warga gaza yang berada di antara puing-puing setelah Israel menghancurkan Gaza selama perangnya terhadap Palestina.
Radar Pasuruan - Tekanan internasional terhadap Israel terus meningkat. Sejumlah besar negara Eropa kini menuntut agar blokade kemanusiaan di Gaza segera diakhiri.

Uni Eropa mengungkap bahwa mayoritas dari 27 negara anggotanya sepakat bahwa kondisi saat ini tidak bisa diterima lagi.

"Mayoritas besar negara anggota mendukung pencabutan blokade. Situasi di Gaza tidak dapat dipertahankan," ujar Kepala Urusan Luar Negeri Uni Eropa, Kaja Kallas, Selasa (21/5) sebagaimana dikutip dari AFP.

Desakan kuat juga muncul dari Inggris. Dalam tindakan paling kerasnya terhadap Israel, Inggris menghentikan negosiasi perdagangan bebas, memanggil duta besar Israel, serta merencanakan sanksi untuk pemukim di Tepi Barat.

"Memblokir bantuan, memperluas perang, dan mengabaikan seruan mitra internasional tidak dapat diterima dan harus dihentikan," tegas Menteri Luar Negeri Inggris, David Lammy.

Swedia turut menekan agar Uni Eropa menjatuhkan sanksi langsung kepada para menteri Israel yang dianggap bertanggung jawab atas krisis di Gaza.

Namun Israel tetap bersikeras. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Israel, Oren Marmorstein, menyebut tekanan dari Eropa sebagai kesalahpahaman.

“Tekanan eksternal tidak akan mengubah pendirian Israel dalam menjaga keberadaan dan keamanannya,” ucapnya.

Kendati Israel mengklaim telah mengizinkan 93 truk bantuan dari PBB masuk ke Gaza, kondisi nyata menunjukkan hambatan besar. Juru Bicara Sekjen PBB Antonio Guterres menyebut distribusi bantuan terganjal izin militer Israel.

Bahkan satu tim PBB gagal mengantarkan pasokan nutrisi meski telah menunggu berjam-jam.

Kepala Kemanusiaan PBB, Tom Fletcher, melaporkan hanya sembilan truk yang berhasil melintas pada Senin (19/5).

“Ini hanya setetes air di lautan kebutuhan. Empat belas ribu bayi terancam meninggal dalam 48 jam jika bantuan tak segera sampai,” ujarnya.

Keprihatinan juga datang dari tokoh agama. Paus Leo XIV yang baru dilantik beberapa hari lalu, kemarin meminta Israel memberikan akses bantuan kemanusiaan.

Dalam laporan The Guardian, Paus menyebut situasi Palestina makin mengkhawatirkan.

"Saya kembali mengajukan permohonan untuk mengizinkan masuknya bantuan kemanusiaan yang adil dan mengakhiri permusuhan, yang harga mahalnya dibayar oleh anak-anak, orang tua, dan orang sakit," kata Paus Leo XIV.


Jika ingin versi narasi untuk reel atau konten singkat dengan gaya emosional, tinggal beri tahu!

Editor : Moch Vikry Romadhoni
#kemerdekaan #Israel #eropa #gaza