Hal serupa dilakukan Presiden Prabowo yang membeli sapi dari warga Polewali Mandar.
Namun nahas, sapi jenis Simental berbobot lebih dari 1 ton tersebut ditemukan mati, diduga akibat keracunan.
Pemerintah segera merespons cepat dengan menyelidiki penyebab kematian sapi bantuan Presiden tersebut di Dusun Kemiri, Desa Kebun Sari, Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat.
Kementerian Pertanian (Kementan) langsung menurunkan tim teknis ke lokasi guna memastikan penyebab kematian sekaligus mencegah agar kejadian serupa tak terjadi pada ternak lainnya.
Direktur Kesehatan Hewan Kementan, Imron Suandy menegaskan bahwa investigasi dilakukan dengan cepat, akurat, dan terbuka.
“Ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menjaga kesehatan ternak masyarakat dan kelangsungan program Bantuan Masyarakat (Banmas),” jelas Imron dalam keterangan pers, Sabtu (16/5).
Berdasarkan data Kementan, kematian sapi dilaporkan terjadi pada Rabu, 15 Mei lalu.
Merespons laporan itu, Kementan melalui Balai Besar Veteriner (BBVet) Maros segera mengirimkan tim ke lapangan untuk mengambil sampel dan menjalankan uji laboratorium.
Proses penelusuran melibatkan kerja sama dengan UPTD Kesehatan Hewan Kabupaten Polewali Mandar, pejabat otoritas veteriner, serta Dinas Peternakan dan Hortikultura Provinsi Sulawesi Barat.
Berdasarkan indikasi awal, tidak ditemukan tanda-tanda klinis atau patologis yang mengarah pada penyakit menular ke manusia.
Hasil laboratorium dari BBVet Maros akan menjadi landasan ilmiah dalam menentukan penyebab kematian sapi tersebut.
“Hasil ini juga akan dijadikan dasar untuk memperkuat sistem pencegahan penyakit ternak di masa mendatang,” jelasnya.
Selain investigasi, pemerintah juga menekankan pentingnya penguatan manajemen pemeliharaan ternak di tingkat peternak penerima bantuan.
Langkah-langkah penguatan tersebut mencakup kebersihan kandang, penyediaan pakan berkualitas, perlindungan dari hewan liar, serta pemberian vaksin. Selain itu, pemberian suplemen untuk meningkatkan daya tahan tubuh ternak juga ditekankan.
Imron menambahkan bahwa sinergi antara pemerintah pusat, daerah provinsi, dan kabupaten terus diperkuat agar program bantuan ternak benar-benar bermanfaat bagi masyarakat.
Upaya investigasi ini juga merupakan bagian dari strategi nasional dalam menjamin kesehatan hewan bantuan dan mendukung keberlanjutan program peningkatan populasi ternak di Indonesia.
Editor : Moch Vikry Romadhoni