Bangil Hiburan Incip-Incip Internasional Kepribadian Madinah Van Java Mlaku-Mlaku Nasional Olahraga Pandaan

Jangan Sampai Kecanduan! Ini Peringatan Menko PMK Soal Dampak AI dan Gadget ke Anak

Moch Vikry Romadhoni • Minggu, 18 Mei 2025 | 00:40 WIB

 

Menko PMK Pratikno titipkan literasi digital kepada tenaga pendidik, di tengah maraknya penggunaan teknologi di ruang pendidikan.
Menko PMK Pratikno titipkan literasi digital kepada tenaga pendidik, di tengah maraknya penggunaan teknologi di ruang pendidikan.
Radar Pasuruan - Perkembangan teknologi digital dalam satu dekade terakhir, termasuk kehadiran kecerdasan buatan (AI), memberikan pengaruh besar dalam berbagai aspek kehidupan.

Saat meresmikan Gedung UT Surabaya pada Sabtu (17/5), Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno mengingatkan pentingnya literasi digital dalam pemanfaatan teknologi.

Pratikno menyoroti penggunaan gawai dan AI yang berlebihan, khususnya di kalangan anak-anak dan remaja. “Screen time di Indonesia rata-rata sudah 7,44 jam per hari,” jelasnya.

Bahkan, anak di bawah usia dua tahun sudah banyak yang terpapar layar gawai.

Waktu penggunaan gadget yang berlebihan bisa berdampak negatif pada tumbuh kembang anak. Bahkan anak balita sering terpapar layar saat makan.

Kondisi ini bisa menimbulkan kecanduan, menurunkan kemampuan fokus, serta menghambat proses pembelajaran.

Lebih lanjut, Pratikno juga memperingatkan tentang fenomena mindless scrolling atau berselancar tanpa tujuan di dunia digital yang bisa memicu pola pikir dangkal, kecemasan, dan kepanikan akibat informasi yang terlalu banyak dan tidak lengkap.

“Jangan sampai institusi keluarga jadi dingin karena semua sibuk dengan smartphone masing-masing. Kumpul bersama tapi tidak saling berkomunikasi,” ujarnya.

Di lingkungan pendidikan, Pratikno mengungkap bahwa AI juga sering disalahgunakan untuk menyelesaikan soal.

“Padahal proses belajar itu yang utama adalah perjuangannya, agar anak-anak menjadi pribadi yang tangguh ke depan,” kata mantan Rektor UGM itu.

Karena itu, Pratikno berpesan kepada para rektor agar memperkuat literasi digital di perguruan tinggi, termasuk penggunaan AI yang bijak.

Salah satu langkah yang disarankan adalah memperkuat mata kuliah dasar umum (MKDU) dengan muatan literasi digital.

Ia juga menekankan pentingnya arah baru dalam pendidikan. Di tengah perubahan drastis dalam dunia kerja, kompetensi lebih penting dibanding sekadar ijazah.

Banyak pekerjaan tergantikan oleh otomatisasi, sehingga para lulusan harus dipersiapkan menghadapi pekerjaan masa depan, bukan pekerjaan yang telah hilang.

“Ini kejar-kejaran. Jangan sampai lulusan kita dimanjakan teknologi dan malah tidak siap bersaing,” pungkasnya.

Editor : Moch Vikry Romadhoni
#pmk #ai #anak #Menko #gadget