Bangil Hiburan Incip-Incip Internasional Kepribadian Madinah Van Java Mlaku-Mlaku Nasional Olahraga Pandaan

WNI Korban TPPO di Kamboja Meninggal, DPR Akui Pengawasan Tenaga Kerja Masih Bocor!

Moch Vikry Romadhoni • Kamis, 15 Mei 2025 | 02:21 WIB

 

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) melalui KBRI Phnom Penh memulangkan jenazah pekerja migran Indonesia (PMI) Rizal Sampurna.
Kementerian Luar Negeri (Kemlu) melalui KBRI Phnom Penh memulangkan jenazah pekerja migran Indonesia (PMI) Rizal Sampurna.
Radar Pasuruan - Ketua Komisi XIII DPR RI, Willy Aditya, menyampaikan rasa prihatin yang mendalam atas meninggalnya Rizal Sampurna, seorang warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di Kamboja.

Menurutnya, kasus ini menjadi cermin bahwa perlindungan hak asasi manusia (HAM) serta sistem imigrasi Indonesia masih menyimpan banyak kelemahan.

"Komisi XIII bersama komisi terkait di DPR dan pemerintah akan terus berupaya mencari solusi terbaik agar kejadian seperti ini tidak kembali terulang," ujar Willy Aditya kepada media, Rabu (14/5).

Rizal Sampurna diketahui dipekerjakan sebagai scammer judi online di Kamboja melalui jalur ilegal. Ia direkrut oleh agen tidak resmi yang menyelundupkannya bersama 20 WNI lainnya.

Willy mengungkapkan, kejadian ini menunjukkan bahwa negara kekurangan sumber daya dalam pengawasan pengiriman tenaga kerja yang dilakukan di luar jalur resmi.

Menurutnya, perlu dicari solusi untuk permasalahan tersebut, termasuk menggandeng masyarakat.

Namun, Willy juga menilai sistem pengawasan terhadap WNI di luar negeri harus terus ditingkatkan agar negara dapat memberikan perlindungan maksimal bagi seluruh warganya.

Meski demikian, ia memberikan apresiasi kepada Kementerian Luar Negeri, KBRI Phnom Penh, dan masyarakat sipil yang telah membantu proses pemulangan jenazah Rizal ke Indonesia.

Ia menyatakan bahwa kritik yang muncul terkait proses pemulangan jenazah Pekerja Migran Indonesia (PMI) seperti Rizal harus dipandang sebagai masukan yang konstruktif untuk membangun sistem yang lebih baik ke depannya.

"Kritik-kritik yang muncul harus dijadikan sebagai masukan konstruktif agar sistem yang kita miliki terus berkembang. Kita juga harus memperkuat kerja sama dengan negara-negara seperti Kamboja, Thailand, dan lainnya yang menjadi destinasi PMI," tegasnya.

Seperti diketahui, Rizal Sampurna, warga Banyuwangi, Jawa Timur, meninggal setelah beberapa waktu bekerja sebagai operator judi online.

Ia diduga menjadi korban perdagangan manusia di Kamboja.

Jenazah Rizal berhasil dipulangkan ke Indonesia setelah pihak keluarga berjuang selama dua bulan.

Rizal disebut meninggal dunia akibat serangan jantung, setelah baru sekitar dua pekan bekerja di Kamboja.

Editor : Moch Vikry Romadhoni
#dpr #korban #kamboja #wni #tppo