Radar Pasuruan - Hasan Nasbi kembali menjabat sebagai Kepala Kantor Komunikasi Presiden (Presidential Communication Office/PCO) setelah sebelumnya sempat mengajukan pengunduran diri. Ia mengungkapkan bahwa loyalitas kepada Presiden menjadi alasan utama menerima kembali jabatan tersebut.
“Saya kan loyal sama presiden. Begitu diperintah untuk melanjutkan ya sudah,” ujar Hasan di Kantor PCO Jakarta, Selasa (6/5).
Ia juga membenarkan bahwa telah melakukan pertemuan dengan Presiden, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), dan Sekretaris Kabinet (Seskab) dalam beberapa kesempatan.
Dalam pertemuan itu, dirinya diminta kembali untuk memimpin PCO.
Meski tidak secara tegas menjelaskan apakah surat pengunduran dirinya ditolak, Hasan menekankan bahwa ia mendapatkan perintah untuk melanjutkan tugas.
“Soal ditolak atau tidak, mungkin nanti bisa ditanyakan ke Pak Mensesneg. Tapi yang jelas saya diperintahkan untuk meneruskan,” katanya.
Menurut Hasan, perintah tersebut datang langsung dari Mensesneg dan Seskab, meskipun dirinya juga sempat berdiskusi dengan Presiden terkait isu-isu kenegaraan secara umum.
Saat ditanya mengenai arah komunikasi pemerintah ke depan, Hasan menuturkan bahwa Presiden menekankan pentingnya perbaikan.
“Hal-hal yang belum baik di masa lalu akan dan harus diperbaiki,” jelasnya.
Terkait penunjukan Prasetyo Hadi sebagai Juru Bicara Istana, Hasan menyatakan tidak mempermasalahkannya. Ia menilai tidak akan terjadi tumpang tindih dengan tugas PCO, bahkan akan terjalin kerja sama saling mendukung.
"Kita konsisten saja dengan tugas dan fungsi yang diamanatkan oleh Perpres Nomor 82. PCO mengkomunikasikan informasi strategis terkait Hasta Cita, program hasil terbaik cepat, dan program prioritas," jelasnya.
Hasan juga menegaskan bahwa hubungan dirinya dengan Istana tetap berjalan baik meski sempat menyatakan mundur.
Ia mengakui adanya sejumlah tantangan yang sebelumnya tak bisa ia atasi sendiri, namun kini ia mendapatkan dukungan penuh dari Mensesneg dan Seskab.
"Ini bukan soal marah atau ngambek. Tapi tahu diri juga bagian dari loyalitas. Ketika diminta melanjutkan, saya patuh," tandasnya.
Editor : Moch Vikry Romadhoni