Radar Pasuruan - Mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi melaporkan pakar telematika Roy Suryo ke Polda Metro Jaya terkait tudingan ijazah palsu, pada Rabu (30/4).
Menanggapi laporan tersebut, Roy Suryo bersikap tenang.
Meski demikian, ia mengungkapkan keheranannya terhadap Jokowi yang sebelumnya tidak pernah hadir dalam proses hukum terkait isu ijazah palsu.
“Kita kemarin kan sebenarnya mempertanyakan kenapa dari dulu sampai dengan sekarang itu Jokowi tak pernah mau hadir baik laporan apapun di persidangan," ujarnya saat ditemui di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (30/4).
Oleh sebab itu, Roy menilai langkah Jokowi yang datang langsung ke Polda Metro Jaya merupakan perkembangan yang positif.
"Jadi kalau sekarang, yang saya lihat tadi datang ke Polda Metro Jaya dengan kuasa hukumnya, itu menurut saya ada satu kemajuan,” ucapnya.
Roy bahkan berharap agar Jokowi tak hanya berani membuat laporan, tetapi juga hadir dalam proses hukum lain yang berkaitan dengan tuduhan yang sama.
“Dan kalau dia sudah berani datang lapor, dia juga harus berani datang untuk nanti di BAP terhadap pelaporan yang lain. Jadi polisi juga menurut saya harus fair kerjakan semuanya. Jangan sampai hanya laporannya Jokowi saja yang diproses, tapi laporan yang ada di Solo, itu sudah persidangan, dan laporan yang ada di Bareskrim milik TPUA, itu tidak dijalankan,” tegas Roy Suryo.
Sebelumnya, Presiden ke-7 RI Joko Widodo telah menjalani pemeriksaan awal di Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya usai membuat laporan di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT), pada Rabu (30/4).
Ia mengaku telah menjawab 35 pertanyaan dari penyidik.
”Ditanya banyak, ditanya 35 (pertanyaan),” kata Jokowi.
Presiden dua periode itu mengungkapkan bahwa persoalan ini sebenarnya sederhana, hanya seputar dugaan ijazah palsu.
Namun karena tidak kunjung tuntas, ia memutuskan menempuh jalur hukum.
"Dulu masih menjabat, tak pikir sudah selesai. Ternyata masih berlarut-larut. Jadi, lebih baik, sekali lagi, biar menjadi jelas dan gamblang,” ujar Jokowi.
Editor : Moch Vikry Romadhoni