Bangil Hiburan Incip-Incip Internasional Kepribadian Madinah Van Java Mlaku-Mlaku Nasional Olahraga Pandaan

Investasi Rp 269 Triliun: Pengusaha Korea Apresiasi Kerja Sama Ekonomi RI

Moch Vikry Romadhoni • Selasa, 29 April 2025 | 01:17 WIB

 

Presiden RI Prabowo Subianto menerima kunjungan para pengusaha top Korea Selatan yang tergabung dalam Federasi Industri Korea
Presiden RI Prabowo Subianto menerima kunjungan para pengusaha top Korea Selatan yang tergabung dalam Federasi Industri Korea

JAKARTA — Presiden RI Prabowo Subianto menerima kunjungan para pengusaha top Korea Selatan yang tergabung dalam Federasi Industri Korea (Federation of Korean Industries/FKI) di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (28/4).

Dalam pertemuan ini, para pengusaha mengungkapkan apresiasi mereka terhadap keterbukaan pemerintah Indonesia dalam mendorong kerja sama ekonomi.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto yang mendampingi Presiden mengatakan, para perwakilan pengusaha sangat menghargai keterbukaan dalam diskusi tersebut.

“Korea apresiasi pertemuan dengan Presiden yang berjalan terbuka, dan Presiden dengar satu per satu mereka apresiasi keterbukaan pemerintah,” kata Airlangga.

Sebanyak 19 perusahaan Korea hadir, melaporkan perkembangan investasi mereka di Indonesia. Salah satunya, Lotte Chemical, menyampaikan bahwa pabrik petrokimia mereka akan diresmikan pada September atau Oktober tahun ini, serta menawarkan peluang kerja sama investasi kepada Indonesia.

“Presiden secara prinsip menyetujui partisipasi Indonesia dalam proyek tersebut, dengan tugas lanjutan diserahkan kepada Danantara untuk kajian dan tindak lanjut,” jelas Airlangga.

Di luar Lotte, KB Financial Group yang mengelola Bank Bukopin melaporkan kinerja positif dengan empat tahun berturut-turut mencetak keuntungan di Indonesia. Hyundai Motor Group juga menyatakan operasional mereka berjalan stabil.

Sementara itu, POSCO Holdings mengungkapkan rencana melanjutkan kolaborasi dengan Krakatau Steel melalui proyek Pohang Steel. Fase kedua ini akan memperluas kapasitas produksi hingga 10 juta ton, setelah sukses menyelesaikan fase pertama.

EcoPro melaporkan investasi hampir 500 juta dolar AS di Morowali untuk fasilitas produksi katoda prekursor dan smelter nikel. KCC Glass Corporation, yang sudah beroperasi di kawasan industri Batang, juga berencana memperluas usahanya di Indonesia.

Airlangga menambahkan, total nilai investasi dari 19 grup usaha tersebut mencapai sekitar 15,4 miliar dolar AS, dengan rencana tambahan investasi sebesar 1,7 miliar dolar AS. Jika dikonversi ke dalam rupiah, nilai ini setara dengan Rp 269 triliun, ditambah lagi rencana tambahan Rp 30 triliun.

 

Federasi Industri Korea (FKI) sendiri merupakan organisasi bisnis besar di Korea Selatan, sejajar dengan lembaga ternama lain seperti Kamar Dagang dan Industri Korea (KCCI) dan Asosiasi Perdagangan Internasional Korea (KITA). FKI mewakili 420 perusahaan besar, termasuk Samsung Electronics, Hyundai Motor, POSCO, dan LG.

Pertemuan ini menandai semakin eratnya hubungan ekonomi antara Indonesia dan Korea Selatan, seiring dengan upaya kedua negara memperluas kolaborasi di berbagai sektor strategis.

 

Editor : Moch Vikry Romadhoni
#prabowo #kunjungan #korea #investasi