Radar Pasuruan - Ketua Umum PDIP sekaligus mantan Presiden RI, Megawati Soekarnoputri, mengajukan usulan kepada para pemimpin negara-negara kawasan untuk kembali menggelar Konferensi Asia Afrika (KAA).
Usulan ini disampaikan oleh Ketua DPP PDIP Bidang Luar Negeri, Ahmad Basarah, dalam diskusi bertajuk 'Dari Bandung Untuk Dunia, Warisan Bung Karno Untuk Asia-Afrika dan Keadilan Sosial Global' yang digelar PDIP.
Sebagai informasi, KAA pertama kali diadakan di Bandung pada 18 April 1955, dengan Presiden Soekarno sebagai salah satu penggagasnya.
Menurut Basarah, melihat rentang waktu yang sudah lama berlalu, penyelenggaraan KAA jilid II dinilai penting untuk menghidupkan kembali semangat perjuangan bangsa-bangsa Asia-Afrika.
"Ini juga untuk mengevaluasi 70 tahun perjalanan KAA yang menjadi fondasi kemerdekaan bangsa-bangsa Asia-Afrika," ujar Basarah di Kantor DPP PDIP, Jakarta Pusat, Sabtu (26/4).
Lebih lanjut, Basarah mengungkapkan bahwa Megawati melihat sejumlah negara Asia-Afrika hingga kini masih berjuang untuk memperoleh kemerdekaan penuh.
Salah satu contohnya adalah bangsa Palestina yang hingga saat ini masih mengalami penjajahan oleh Israel.
Selain masalah kemerdekaan, bangsa-bangsa Asia-Afrika serta dunia secara umum juga tengah menghadapi tantangan berat, mulai dari konflik, ketegangan geopolitik, hingga masalah di sektor ekonomi.
Melalui KAA jilid II ini, Megawati berharap lahir keputusan-keputusan monumental yang mampu menghidupkan kembali semangat dan nilai-nilai Dasasila Bandung, menyesuaikan dengan konteks situasi geopolitik internasional masa kini.
Pada KAA pertama, pertemuan tersebut berhasil melahirkan semangat baru dalam memperjuangkan kemerdekaan sejati negara-negara Asia-Afrika yang saat itu tengah berjuang dari belenggu kolonialisme.
Editor : Moch Vikry Romadhoni