Radar Pasuruan - Untuk kali kedua, Jenderal Yoshida Yoshihide mengunjungi Indonesia. Dalam kunjungannya pada Jumat (25/4) di Kantor Kementerian Pertahanan (Kemhan), ia bertemu dengan Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin.
Salah satu pokok pembicaraan mereka adalah terkait rencana hibah dua kapal dari Jepang kepada Indonesia.
Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kemhan, Brigjen TNI Frega Ferdinand Wenas, menyampaikan informasi tersebut setelah mendampingi Sjafrie dalam pertemuan tersebut.
Ia mengungkapkan bahwa DPR telah memberikan persetujuan terhadap hibah kapal tersebut. Kini, Indonesia tinggal menunggu pengiriman kedua kapal.
”Tadi disampaikan juga oleh Jenderal Yoshida bahwa ada wacana untuk bagian dari official security assistance, dimana nantinya akan dikoordinasikan juga dengan Kementerian Luar Negeri Jepang terkait dengan hibah kapal patroli,” imbuhnya.
Walaupun telah memperoleh persetujuan DPR, proses hibah dua kapal patroli dari Jepang masih perlu melalui beberapa tahapan.
Saat ini, tahapan administrasi dan teknis masih dalam proses penyelesaian.
Frega menekankan bahwa pemerintah Indonesia tidak ingin tergesa-gesa, agar keseluruhan proses hibah dapat berjalan lancar dan sesuai ketentuan yang berlaku.
”Kami juga melihat dengan adanya hibah tersebut juga bisa berkontribusi pada penguatan kerja sama pertahanan kedua negara,” imbuhnya.
Frega menambahkan bahwa Indonesia dan Jepang sama-sama merupakan negara kepulauan yang memiliki karakteristik serupa, termasuk dalam hal kerentanan terhadap bencana.
Oleh karena itu, Indonesia menyatakan kesiapan untuk bekerja sama lebih erat dengan Jepang, termasuk dalam pemanfaatan kapal patroli yang akan diterima tahun depan oleh TNI AL.
”Tentunya juga akan berkontribusi dalam meningkatkan kerja sama pertahanan maupun kerja sama militer antara Indonesia dan Jepang,” imbuhnya.
Frega menjelaskan bahwa kedua negara memiliki pandangan yang sejalan dalam hal pentingnya kerja sama militer dan pertahanan demi menciptakan stabilitas kawasan yang damai.
Selain itu, baik Indonesia maupun Jepang sama-sama berkomitmen untuk mengedepankan pendekatan damai.
Dalam kerangka diplomasi pertahanan dan militer, kedua belah pihak sepakat untuk menjauhkan penggunaan kekuatan bersenjata.
Editor : Moch Vikry Romadhoni