Bangil Hiburan Incip-Incip Internasional Kepribadian Madinah Van Java Mlaku-Mlaku Nasional Olahraga Pandaan

1,2 Juta Relawan Program Makan Bergizi Gratis Dapat Perlindungan BPJS Ketenagakerjaan

Moch Vikry Romadhoni • Rabu, 23 April 2025 | 02:22 WIB

 

Direktur Utama BPJs Ketenagakerjaan Anggoro Eko Cahyo berbincang dengan Redaksi Jawa Pos di Graha Pena Jakarta, Jumat (14/03/2025).
Direktur Utama BPJs Ketenagakerjaan Anggoro Eko Cahyo berbincang dengan Redaksi Jawa Pos di Graha Pena Jakarta, Jumat (14/03/2025).

Radar Pasuruan - Kementerian Sosial bersama Badan Gizi Nasional (BGN) serta BPJS Ketenagakerjaan menyepakati pemberian jaminan perlindungan sosial bagi para pekerja dan relawan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Sebanyak 1,2 juta relawan akan didaftarkan sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Kesepakatan ini diresmikan melalui penandatanganan nota kesepahaman antara Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Anggoro Eko Cahyo, dan Kepala BGN, Dadan Hindayana.

Acara tersebut digelar di Plaza BPJAMSOSTEK, Jakarta, pada Senin (21/4) dilansir dari Jawa Pos.

Anggoro mengatakan bahwa kerja sama ini merupakan bentuk kolaborasi positif untuk menjamin perlindungan sosial kepada para pekerja rentan di lapangan, terutama mereka yang tergabung dalam Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

“Di tahap awal, ada sekitar 1,2 juta relawan yang akan terlindungi oleh dua program utama BPJS Ketenagakerjaan, yaitu Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM),” ujar Anggoro.

Dengan premi sebesar Rp16.800 per bulan untuk setiap peserta, mereka akan memperoleh perlindungan menyeluruh.

Ini mencakup risiko kecelakaan kerja sejak berangkat dari rumah hingga pulang kembali, serta santunan kematian senilai Rp42 juta. Selain itu, dua anak dari peserta yang meninggal juga berhak atas beasiswa pendidikan dari jenjang taman kanak-kanak hingga perguruan tinggi.

“Itu paling tidak basic-nya. Bahwa ke depan akan ada perluasan dan peningkatan lain, nanti kita lihat bersama,” imbuhnya.

Anggoro juga mengungkapkan bahwa ke depan, cakupan perlindungan akan diperluas tidak hanya untuk relawan SPPG, tapi juga kepada para pekerja dalam rantai pasok MBG, seperti petani, peternak, dan sektor pendukung lainnya.

Ia menekankan bahwa kerja sama ini penting untuk mempercepat pencapaian cakupan jaminan sosial ketenagakerjaan secara menyeluruh di Indonesia.

“Masih ada 61 persen dari 104,9 juta pekerja yang belum terlindungi. Sebagian besar dari mereka adalah pekerja rentan,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala BGN Dadan Hindayana menekankan bahwa premi yang dibayarkan untuk perlindungan ini tidak akan memotong gaji relawan. Dana premi akan diambil dari komponen operasional yang sudah dialokasikan dalam program MBG.

“Tenaga kerja itu masuk di dalam komponen operasional. Dan di situlah seluruh relawan dialokasikan pendapatannya. Premi akan ditambahkan dari biaya ini,” jelas Dadan.

Ia menegaskan bahwa kebijakan ini diharapkan membuat para relawan bisa bekerja lebih tenang dan fokus. Terlebih, program makan bergizi gratis menjadi salah satu pilar utama pemerintah dalam mencetak generasi emas Indonesia dengan kualitas sumber daya manusia yang unggul.

“Dengan perlindungan ini, mereka bisa bekerja lebih maksimal untuk memastikan gizi anak-anak Indonesia terpenuhi,” pungkasnya.

Editor : Moch Vikry Romadhoni
#BPJS Keetenagakerjaan #relawan #Mbg #BGN