Bangil Hiburan Incip-Incip Internasional Kepribadian Madinah Van Java Mlaku-Mlaku Nasional Olahraga Pandaan

Menag Nasaruddin Umar: Paus Fransiskus Sahabat Dekat, Persahabatannya Tak Terlupakan

Moch Vikry Romadhoni • Selasa, 22 April 2025 | 01:41 WIB

 

Menag Nasaruddin Umar saat bertemu dengan Paus Fransiskus di Jakarta beberapa waktu lalu.
Menag Nasaruddin Umar saat bertemu dengan Paus Fransiskus di Jakarta beberapa waktu lalu.

Radar Pasuruan - Dari dalam negeri, Menteri Agama Nasaruddin Umar turut menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Paus Fransiskus.

Ia menyatakan rasa duka yang mendalam atas kepergian pemimpin umat Katolik tersebut, yang juga ia anggap sebagai sahabat dekat.

"Persahabatan dan jasa beliau tak akan pernah kami lupakan," ucap Nasaruddin pada Senin (21/4) dilansir dari Jawa Pos.

Keduanya diketahui pernah bertemu secara langsung di Masjid Istiqlal pada beberapa waktu lalu.

Dalam kesempatan itu, Nasaruddin memanjatkan doa agar Yang Mulia Paus diberikan tempat terbaik di sisi Tuhan sesuai dengan segala kebajikan yang telah diperjuangkannya.

Sebagai tokoh yang dikenal memiliki hubungan erat dengan Paus Fransiskus, Nasaruddin, yang saat itu menjabat Imam Besar Masjid Istiqlal, menandatangani Deklarasi Istiqlal bersama sang Paus pada 5 September 2024.

Ia memperkenalkan Masjid Istiqlal kepada Paus sebagai rumah besar untuk nilai-nilai kemanusiaan.

"Baru saja Paus Fransiskus mengunjungi Indonesia, termasuk ke Masjid Istiqlal, dan menyampaikan pernyataan bersama yang bernilai universal," tutur Nasaruddin.

Ia berharap kerja sama antara Indonesia dan Vatikan serta nilai-nilai warisan Paus bisa terus dilanjutkan sesuai komitmen yang telah dibangun.

Kepada umat Katolik yang sedang berduka, Nasaruddin menyampaikan pesan ketabahan.

"Sekali lagi, kami dari Kementerian Agama dan seluruh warga bangsa Indonesia menyampaikan duka cita yang sedalam-dalamnya atas kepergian Paus Fransiskus," imbuhnya.

Di sisi lain, Direktur Jenderal Bimas Katolik Kemenag, Suparman, menyampaikan bahwa Paus Fransiskus adalah pribadi yang begitu rendah hati. Ia menggambarkan Paus sebagai gembala sederhana yang menanti Tuhannya, Yesus Kristus, menyelesaikan karya-Nya sebelum akhirnya berpulang.

"Paus wafat tepat sehari setelah Gereja Katolik merayakan Kebangkitan Kristus. Saya yakin, Kristus telah menantinya di pintu surga," kata Suparman.

Ia menjelaskan bahwa Nuncio Apostolik untuk Indonesia telah mengumumkan kabar duka tersebut pada Senin (21/4) pukul 7.35 pagi waktu Roma (13.35 WITA), bahwa Paus Fransiskus meninggal dunia di usia 88 tahun.

Suparman mengimbau seluruh umat Katolik untuk mendoakan keselamatan jiwa Paus Fransiskus dalam doa-doa ekaristi.

"Kami mohon agar doa-doa ini disebarkan ke seluruh umat," ucapnya. Ia juga menyarankan agar para pastor membunyikan lonceng gereja sebagai tanda berkabung, dan meminta Komisi Liturgi Keuskupan untuk membantu merumuskan doa-doa khusus selama masa duka ini.

Editor : Moch Vikry Romadhoni
#wafat #paus fransiskus #nasaruddin umar #menag #persahabatan