Bangil Hiburan Incip-Incip Internasional Kepribadian Madinah Van Java Mlaku-Mlaku Nasional Olahraga Pandaan

Gedung Putih Minta Apple Pindahkan Manufaktur iPhone ke AS, Trump Yakin Tenaga Kerja Cukup

Moch Vikry Romadhoni • Jumat, 11 April 2025 | 03:18 WIB

 

Donald Trump meminta Apple kembali memproduksi iPhone di Amerika.
Donald Trump meminta Apple kembali memproduksi iPhone di Amerika.

Radar Pasuruan - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terus memainkan strategi ekonomi di periode keduanya menjabat.

Setelah menetapkan tarif resiprokal, kini sektor lain mulai diotak-atik demi mewujudkan ambisinya menjadikan AS unggul dalam bidang ekonomi.

Salah satu langkah yang diminta Trump, melalui Gedung Putih, adalah mengajak Apple untuk kembali memproduksi iPhone di wilayah AS.

Mengutip laporan dari The Verge, Juru Bicara Gedung Putih Karoline Leavitt kembali menegaskan keyakinan bahwa iPhone secara realistis bisa dibuat di dalam negeri.

Ia menyatakan, jika Apple tidak yakin AS mampu, maka perusahaan itu tidak akan berani mengeluarkan dana besar. Hal ini merujuk pada rencana investasi di AS senilai 500 miliar dolar AS yang belum lama diumumkan.

Namun gagasan itu justru bertolak belakang dengan rencana jangka panjang Apple terkait produksi mereka.

Permintaan agar semua produksi dipusatkan di AS pun bertentangan dengan visi Steve Jobs dan Tim Cook.

Para pendiri dan pimpinan Apple tersebut secara konsisten menyebut bahwa membuat iPhone sepenuhnya di AS adalah hal yang tidak realistis dan sudah tidak memungkinkan selama lebih dari satu dekade terakhir.

Kendati begitu, Gedung Putih tetap bersikukuh bahwa produksi iPhone bisa dilakukan secara penuh di AS.

Menteri Perdagangan AS Howard Lutnick bahkan menyebut bahwa penerapan tarif akan memungkinkan munculnya “pasukan manusia jutaan orang” yang bisa menangani komponen kecil ponsel seperti sekrup.

Dalam wawancara dengan jurnalis New York Times Maggie Haberman, Leavitt ditanya apakah Trump menganggap pembuatan iPhone adalah proses yang bisa dialihkan ke dalam negeri.

Ia menjawab, "Tentu saja. Dia yakin kita punya tenaga kerja, kita punya tenaga kerja, kita punya sumber daya untuk melakukannya," jelasnya.

Saat ini, produksi iPhone tersebar di sejumlah negara di Asia yang lokasinya dekat dengan pasar utama kawasan tersebut. Negara-negara itu antara lain Tiongkok, Taiwan, Thailand, Vietnam, Filipina, Malaysia, dan India.

Kendati begitu, sebagian besar iPhone masih dibuat di pabrik Foxconn yang berlokasi di Tiongkok. Skema ini sudah berjalan cukup lama dan dinilai menjadi salah satu alasan mengapa harga iPhone bisa tetap kompetitif di berbagai negara.

Editor : Moch Vikry Romadhoni
#amerika serikat #iphone #donald trump #gedung putih